Sabtu, 20 September 2025

Suara Cinta dari Rimba Kasih

Karya: Kims Diwa


Jangan lagi kau tutup telinga

pada jeritan yang terbit dari runtuhan

itu bukan sekadar suara bangsa

itu gema manusia mencari tangan kemanusiaan.


Apa ertinya menara kuasa

jika di bawahnya anak kecil terbaring tanpa mimpi?

apa makna angkuh mempertahankan bendera

jika warnanya hanyalah darah yang menitis sendiri?


Aku merayu pada batu yang menutup mata air kasih

robohkanlah dinding dendam yang melilit batang tubuhmu

ingatlah bumi ini terlalu luas

untuk dibelah-belah oleh luka yang membatu.


Dengarlah sungai yang tidak pernah letih

mengalirkan kasih walau tebingnya retak

burung enggang pun melintas di langit

mengingatkan kita rimba ini warisan bersama.


Suara ini bagai pelita di padang pekat

tetap menyala meski disergah angin serakah

ia menuntut tangan manusia

memilih cahaya bukan bara yang membakar.


Dengarlah...

sebelum kita kehilangan hakikat

bahawa manusia dicipta

bukan untuk menghancurkan manusia lain.


Biarlah doa meluncur seperti burung

membawa ranting zaitun ke ufuk damai

agar dunia mengerti sekali lagi

cinta lebih abadi daripada perang.


Tamparuli, Sabah

19 September 2025

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular