Suara Cinta dari Rimba Kasih
Karya: Kims Diwa
Jangan lagi kau tutup telinga
pada jeritan yang terbit dari runtuhan
itu bukan sekadar suara bangsa
itu gema manusia mencari tangan kemanusiaan.
Apa ertinya menara kuasa
jika di bawahnya anak kecil terbaring tanpa mimpi?
apa makna angkuh mempertahankan bendera
jika warnanya hanyalah darah yang menitis sendiri?
Aku merayu pada batu yang menutup mata air kasih
robohkanlah dinding dendam yang melilit batang tubuhmu
ingatlah bumi ini terlalu luas
untuk dibelah-belah oleh luka yang membatu.
Dengarlah sungai yang tidak pernah letih
mengalirkan kasih walau tebingnya retak
burung enggang pun melintas di langit
mengingatkan kita rimba ini warisan bersama.
Suara ini bagai pelita di padang pekat
tetap menyala meski disergah angin serakah
ia menuntut tangan manusia
memilih cahaya bukan bara yang membakar.
Dengarlah...
sebelum kita kehilangan hakikat
bahawa manusia dicipta
bukan untuk menghancurkan manusia lain.
Biarlah doa meluncur seperti burung
membawa ranting zaitun ke ufuk damai
agar dunia mengerti sekali lagi
cinta lebih abadi daripada perang.
Tamparuli, Sabah
19 September 2025
