Sabtu, 11 Oktober 2025

Festival Suara Serumpun dan Peluncuran Buku 'Akar Serumpun Anyaman Rasa'





 

Air Merah Yang Membasahi Tanah Kering

Karya oleh: A.SafH


Sampai bila air merah ini terus mengalir

menyapa tanah kering yang sudah lama keras

pancaran cahaya terbit yang datang bukan menyingkap pagi 

tetapi petanda kepada kegelapan yang membawa keperitan.


Kau!

Tidakkah ada walau setompok putih menitik dalam kalbumu

ceritamu sengaja kau reka panjang dan tidak kau noktahkan;

jantung-jantung yang berdenyup seolah tidak bernilai

dengan akalmu yang sudah disuntik racun itu

kau permainkan denyutan nadi yang murni 

kau lemparkan ego-egomu tanpa belas kasihan

meninggalkan sisa-sisa tanda yang hancur lebur

jasad-jasad yang memaknai iman dan perjuangan.


Hatimu yang semakin membusuk

menghalang tangan-tangan yang ingin menggapai

seolah-olah tangan-tangan itu akan memukulmu

padahal tangan-tangan itu cuma ingin menyambut 

menyalam saudara-saudara mereka tapi 

kau alih

kau ikat

kau rampas

dan mulutmu rancak memutar cerita

walhal seisi alam mempunyai mata dan telinga

otak untuk berfikir waras

ketaatan hati yang setia kepadaNYA.

Tubuh kecil kini menjadi piatu

mencari atap untuk berteduh

mata yang kecil menjadi saksi 

kehilangan sosok pelindung 

yang seharusnya membawa tangan kecil itu ke tempat aman

kaburlah impian-impian yang masih panjang.


Dalam keadaan bingung 

mata kecilnya terasa pedih dan basah

berharap bahawa tangan kecilnya itu disambut

supaya dapat meneruskan hidup 

dan terus berjuang.


Ingat…

setiap titisan air merah yang mengalih itu

dari sekecil zarah

adalah nyata sebuah perjuangan

yang menyerap ke tanah kering

menyatu bersama, selamanya.



Brunei Darussalam

4 Oktober 2025




GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular