HALAMAN 2
HALAMAN 1
Sabtu, 11 Oktober 2025
Air Merah Yang Membasahi Tanah Kering
Karya oleh: A.SafH
Sampai bila air merah ini terus mengalir
menyapa tanah kering yang sudah lama keras
pancaran cahaya terbit yang datang bukan menyingkap pagi
tetapi petanda kepada kegelapan yang membawa keperitan.
Kau!
Tidakkah ada walau setompok putih menitik dalam kalbumu
ceritamu sengaja kau reka panjang dan tidak kau noktahkan;
jantung-jantung yang berdenyup seolah tidak bernilai
dengan akalmu yang sudah disuntik racun itu
kau permainkan denyutan nadi yang murni
kau lemparkan ego-egomu tanpa belas kasihan
meninggalkan sisa-sisa tanda yang hancur lebur
jasad-jasad yang memaknai iman dan perjuangan.
Hatimu yang semakin membusuk
menghalang tangan-tangan yang ingin menggapai
seolah-olah tangan-tangan itu akan memukulmu
padahal tangan-tangan itu cuma ingin menyambut
menyalam saudara-saudara mereka tapi
kau alih
kau ikat
kau rampas
dan mulutmu rancak memutar cerita
walhal seisi alam mempunyai mata dan telinga
otak untuk berfikir waras
ketaatan hati yang setia kepadaNYA.
Tubuh kecil kini menjadi piatu
mencari atap untuk berteduh
mata yang kecil menjadi saksi
kehilangan sosok pelindung
yang seharusnya membawa tangan kecil itu ke tempat aman
kaburlah impian-impian yang masih panjang.
Dalam keadaan bingung
mata kecilnya terasa pedih dan basah
berharap bahawa tangan kecilnya itu disambut
supaya dapat meneruskan hidup
dan terus berjuang.
Ingat…
setiap titisan air merah yang mengalih itu
dari sekecil zarah
adalah nyata sebuah perjuangan
yang menyerap ke tanah kering
menyatu bersama, selamanya.
Brunei Darussalam
4 Oktober 2025
GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud
GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak. Di kamar ini aku belajar diam, menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...
Carian popular
-
BUIH YANG MENOLAK PECAH Cerpen Warsono Abi Azzam Aku dibesarkan di rumah yang lebih sering mendengar hujan daripada tawa. Atap sengnya ber...
-
CINTA YANG TAK PERNAH SALAH ALAMAT Oleh Amnina el Humaira Hujan gerimis di penghujung Desember menjadi saksi Betapa aku ingin menghangat...
-
Buih yang Tahu Batas Langit Oleh: Era Nurza Aku ini buih lahir dari riak kecil putih sekejap sebelum harapmu memecahkanku Kau hamparkan mi...


