Selasa, 7 April 2026

ORKESTRA SUNYI RAMADHAN Karya: Eduar Daud

 

ORKESTRA SUNYI RAMADHAN

Karya: Eduar Daud

 

Di cakrawala batin yang paling sunyi,
kudengar denting tasbih jatuh dari jemari langit,
merajut serpih rindu yang sempat tercerai,
menjadi komposisi taat; yang utuh, yang selaras.
 
Lapar ini adalah senar yang kutarik kencang,
menjaga nada kejujuran agar tak lagi sumbang,
mengalun khusyuk menuju maqam ikhlas yang paling dalam,
tempat ego meluruh, lumat dibasuh cahaya subuh.
 
Lihatlah, rembulan sabit bukan sekadar lengkung cahaya,
ia adalah busur perak yang melesatkan simfoni doa,
menembus barisan bintang-bintang yang fana,
menderu menuju Arasy; muara dari segala ampunan.
 
Mega-mega magfirah merunduk di batas cakrawala,
siap tumpah bagai hujan di gersang kemarau jiwa,
meluluhkan kerak dusta yang membatu di dinding dada,
hingga nurani bening, serupa telaga surga yang nyata.
 
Ramadhan: orkestra agung tanpa konduktor dunia,
di mana keberkahan menggema di setiap sunyi dan jeda,
dan kita, para penari di panggung kefanaan yang fana,
menjemput rahasia dalam harmoni Lailatul Qadar.
 
Wahai Pemilik Segala Getaran,
jadikan puasa ini simfoni cinta menuju haribaan-Mu,
di mana setiap lapar menjelma zikir yang paling merdu,
dan setiap dahaga adalah sungai rindu,
yang mengalir tanpa hulu, bermuara di Cahaya-Mu.
 
Pekanbaru, 7 April 2026

SAJAK GETAR DOA DI LANGIT MUNAJAT: Karya Nurinnurandrea

 

SAJAK GETAR DOA DI LANGIT MUNAJAT

 

Di hamparan sunyi yang tiada bertepi

Sukma ini belajar menjadi gema doa

Memanggil As-Sami’ tanpa suara

Dalam bahasa luka yang hanya Dia mengerti.

 

Lapar ini bukan dugaan sekadar

Dahaga ini bukan semata ujian

Tapi menenun sufi pada benang iman

Tetas egoku luruh satu persatu

Pula ikhlas lahir seiring waktu.

 

Malamku menadah segala rahsia

Kuhamparkan rindu di atas sejadah waktu

Rintih hati bagai ditusuk onak duri

Pecahan ombak luruh di pipi-

Kabur pandanganku

Malam itu, netra menjadi bahasa bisu

Menggetar doa pada jumantara yang satu.

 

Syahadan runtuh kepalsuan dibinangun lampaunya

Pada setiap sujud berat yang tulus nan sakral

Dan kala fajar membuka tabir nurnya

Aku tidak lagi mencari dunia yang fana

Kerana dalam getar doa di langit munajat yang Esa

Telah kutemui sekalian makna.

 

Bionarasi – Nurinnurandrea

Nurinnurandrea ialah seorang pelajar yang aktif dalam bidang kesusasteraan dan pengucapan awam. Beliau menjadikan puisi sebagai medium untuk menzahirkan emosi dan refleksi spiritual. Puisi “Getar Doa di Langit Munajat” terinspirasi daripada suasana Ramadan, yang menjadi ruang muhasabah dan pencarian makna melalui doa serta keikhlasan. Karya ini dihasilkan sebagai cerminan perjalanan batin seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Yang Esa.

ORKESTRA SUNYI RAMADHAN Karya: Eduar Daud

  ORKESTRA SUNYI RAMADHAN Karya: Eduar Daud   Di cakrawala batin yang paling sunyi, kudengar denting tasbih jatuh dari jemari langit, ...

Carian popular