Selasa, 6 Januari 2026

DI BALIK CELAH KERINDUAN : Zamri H. Jamaluddin

DI BALIK CELAH KERINDUAN

Zamri H. Jamaluddin


Di ambang sunyi, 

aku terpaku kelu, 

menyusuri bayangmu 

di balik kelambu semu. 


Engkau laksana bidadari 

dalam tenang yang fana, 

menenggelamkan jiwaku 

ke palung terang yang baka.


Apalah daya diri 

dengan tangan berlumur noda, 

merindu menyentuh intan 

yang tak tersentuh karsa. 

Engkau adalah langit 

yang memandikan semesta, 

sedang aku hanyalah debu 

di tepian pusara.


Tak mungkin 

buih kuanyam jadi permadani, 

tak sanggup jemariku 

memetik bintang di singgasana tertinggi. 

Syaratmu terlampau megah 

bagi aku yang bersahaja, 

yang hanya berbekal cinta, 

tanpa kemilau harta dunia.


Salahkah aku 

yang terlanjur luruh hati, 

pada anggunmu 

yang mustahil kuraih dalam jemari? 


Kini

kuperbaiki cermin diri yang retak, 

menyadari jarak 

yang membentang tanpa jejak.


Biarlah rasa ini 

tersimpan rapi, 

di balik tirai kamar, 

tempat sunyi ku peluk sendiri. 


Mengagumimu 

dalam diam yang paling abadi, 

meski takkan pernah namaku, 

kau semayamkan 

di dalam hati.

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular