DI BALIK CELAH KERINDUAN
Zamri H. Jamaluddin
Di ambang sunyi,
aku terpaku kelu,
menyusuri bayangmu
di balik kelambu semu.
Engkau laksana bidadari
dalam tenang yang fana,
menenggelamkan jiwaku
ke palung terang yang baka.
Apalah daya diri
dengan tangan berlumur noda,
merindu menyentuh intan
yang tak tersentuh karsa.
Engkau adalah langit
yang memandikan semesta,
sedang aku hanyalah debu
di tepian pusara.
Tak mungkin
buih kuanyam jadi permadani,
tak sanggup jemariku
memetik bintang di singgasana tertinggi.
Syaratmu terlampau megah
bagi aku yang bersahaja,
yang hanya berbekal cinta,
tanpa kemilau harta dunia.
Salahkah aku
yang terlanjur luruh hati,
pada anggunmu
yang mustahil kuraih dalam jemari?
Kini
kuperbaiki cermin diri yang retak,
menyadari jarak
yang membentang tanpa jejak.
Biarlah rasa ini
tersimpan rapi,
di balik tirai kamar,
tempat sunyi ku peluk sendiri.
Mengagumimu
dalam diam yang paling abadi,
meski takkan pernah namaku,
kau semayamkan
di dalam hati.
1 ulasan:
Beautifull Poem,
Catat Ulasan