CINTA DI TEPIAN LEKO
Karya: Eduar Daud
Di Epil, tempat waktu mengalir lambat,
Seperti air Batanghari Leko yang tenang.
Aku, bocah SMP, di bangku pertama tersemat,
Bukan menanti senyum, tapi logika yang menantang.
Jantungku tak gentar pada deras air di tikungan,
Tak pula pada bayangan hantu penunggu jembatan kayu.
Tapi pada X yang harus dicari, sebuah perhitungan,
Sebuah misteri, yang tiba-tiba membuat hatiku berpadu.
Matematika, kau adalah pusaran air yang mempesona,
Menarik akalku ke kedalaman yang tak kuduga.
Kau bukan sekadar buku, bukan sekadar rencana,
Kau adalah aliran jernih yang membasuh jiwa.
Seperti ikan-ikan seluang yang gesit dan sulit ditangkap,
Begitu pula teorema yang memeluk rumus tak terperi.
Ku genggam pena, ku coba pecahkan masalah,
Di sanalah, cinta pertamaku, logika, mulai bersemi.
X, engkau adalah Emas Aluvial di dasar sungai, harus diselami.
Angka prima, engkau adalah Batu Akik yang langka dan murni, tak terbagi.
Garis Paralel, engkau adalah Dua Tebing Sungai yang abadi, tak pernah bersua namun selalu sejalan.
Ketika segitiga siku-siku menemukan hipotenusa,
Kebenaran muncul bagai Matahari terbit di atas Leko.
Jiwaku bergetar, lebih indah dari getar dendang bidar di musim lomba,
Sebuah kepastian yang mutlak, tak terjangkau oleh rasa sendu.
Ah, limit tak hingga!
Kau seperti Lanskap tak bertepi di hilir,
Menjanjikan penemuan tanpa akhir yang membuatku terkesima.
Cinta bukan pada mata yang bertemu atau janji yang terukir,
Tapi pada keteraturan semesta yang tersimpan dalam Rumus Euler yang sempurna.
e iπ + 1 = 0
Biarlah teman-teman mengejar bayangan gadis desa yang menawan,
Aku memilih tenggelam dalam bilangan irasional yang abadi.
Ini janji seorang bocah di Epil, di tepi Batanghari Leko yang membiru tak terlawan,
Cinta pertamaku adalah Matematika, dan ia tak akan pernah mati.
Aku akan terus berlayar, menggunakan kompas aljabar sebagai penunjuk arah,
Menuju muara kebijaksanaan, yang takkan pernah membuatku hilang.
Karena di dalam ketepatan angka, kutemukan rumah dan gairah,
Sebuah cinta yang kuat, orisinal, dan menginspirasi sepanjang jalan.
Pekanbaru, 19 November 2025