Ahad, 23 November 2025

PUISI UNTUK MIANA

 PUISI UNTUK MIANA

Oleh : Nur Asrianti


Aku berjalan di selasar kota ini, Miana

Menikmati jejak demi  jejak yang kurengkuh dengan  sesak

Menelusuri satu demi satu kata – kata  yang pernah kau lemparkan padaku

Lewat sayup suara angin


Tak ada yang melepuh dari semua gemuruh 

Yang telah luruh bersama keluh itu

Hanya meninggalkan  satu catatan perjalanan

Yang penting tak penting adalah sebuah kisah tentang kita


Miana,

Pagiku kini beranjak siang 

Sepoi angin membisikkan asa

 Pada reranting pohon di sepanjang taman istana

Lalu bunga-bunga  pun bermekaran di mana-mana

Dan semburat mentari seolah mengatakan padaku, 

“ Selamat menikmati musim semi, Cinta . “


Topkapi Palace,  2018

Nur Asrianti. Penyuka puisi dan karya sastra. Pernah bersekolah di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Bertempat tinggal di Bandung Jawa Barat Indonesia.

Tiada ulasan:

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular