SEORANG BOCAH PALESTINA DENGAN KERTAS LUSUH DI SAKU CELANANYA
Karya: Warsono Abi Azzam
Di medan pembantaian Gaza
di balik reruntuhan sebuah hunian
sesosok tubuh ringkih menjemput syahid
separuh tubuh tertindih puing-puing dinding
separuh bawah terbujur di atas tanah
tak ada air mata mengiring kepergiannya
sedari mula air mata kering dari sumbernya
terlalu banyak ia telah tertumpah
terlalu lama ia mengalirkan derita
terlalu suci ia membasahi bumi para nabi
Karim sang bocah Palestina
terulas senyum menghadap Robbnya
terselip selembar kertas lusuh di saku celananya
sebuah catatan kecil terukir di antara lipatan
memicu haru sesiapa membacanya
selembar catatan dosa menurut kata hatinya
menjadi beban yang belum sempat meminta taubat
menjadi ganjalan hati hingga terbawa mati
meski sejatinya adalah kebaikan-kebaikan
belum sempurna tettunaikan
catatan di kertas lusuh begitu menyentuh
bukti bakti teguh pada ajaran agamanya
bukti kuat berakar keimanan pada tuhannya
betapa tidak
sang bocah syahid menuliskan:
Senin: aku tertidur tanpa berwudhu
Selasa: aku tertawa terlalu kuat
Rabu: aku tidak mendirikan sholat ‘Isya tepat waktu
Kamis: aku menjaringkan gol saat futsal dan terbit rasa bangga dalam hatiku
Jum’at: seharusnya aku bershalawat seribu kali sehari, tetapi hari ini aku hanya bershalawat 700 kali
Sabtu: aku terlupa dzikir pagi
Cilacap, 2025
Warsono Abi Azzam
KETIKA DUNIA MENYALA
di panggung sejarah
darah menetes bagai tinta hitam
jerit anak-anak Gaza terangkat ke langit
sementara ia—Netanyahu—membakar nurani umat
menyulut perang dengan wajah batu
tanpa cahaya
bangsa-bangsa berdiri
laksana ombak melawan karang
lantang meneriakkan: cukup sudah kebiadaban!
suara mereka jadi palu guntur
menghantam singgasana
yang dibangun di atas tulang belulang
kebenaran tak bisa dikubur di reruntuhan
meski rudal-rudal meluluhlantakkan
meski roket-roket berhamburan
meski Natanyahu tak kenal malu
dunia menyala
menyalakan api perlawanan
untuk satu tujuan
: Palestina merdeka!
Cilacap, 2025
Warsono Abi Azzam
LANTANG DARI DUNIA UNTUK PALESTINA
lihatlah Gaza, rahim bumi yang terus dibombardir
anak-anak melukis sorga di atas puing
ibu-ibu menimang jasad bayinya seperti kitab suci
dan langit menjadi saksi betapa keadilan dicabik-cabik
Netanyahu, wajahmu menjelma bara
tanganmu menganyam api di dinding rumah yatim
kau lontarkan rudal seakan gulungan kertas
padahal tiap ledakan adalah ayat nyawa manusia
dunia berdiri menggigil tapi berani bersuara
bangsa-bangsa melantang bagai ombak samudra
“hentikan! kau bukan dewa!
kau hanya bayang-bayang hitam yang akan runtuh!”
Gaza bukan lahan hampa
ia adalah taman doa dan gerbang sorga
setiap batu yang runtuh menyebut nama Palestina
setiap debu yang beterbangan menyalakan bara perlawanan
dunia menolak bisu menolak buta
genosida bukan bahasa Tuhan
tapi tamak yang menyaru iman
ia nafsu yang menyamar jadi fatwa adidaya
dari Paris, London, Madrid, Canberra, Lisboa, Jakarta hingga Ottawa
suara pengakuan menjelma angin pembebasan
meski simbolis ia menusuk jantung penindasan
membuat tiran resah di singgasana kekuasaannya
ingatlah wahai Netanyahu
sejarah adalah pengadilan tanpa suap
tiap tetes darah yang tumpah adalah saksi abadi
dan dunia, cepat atau lambat akan menjatuhkan palu
dunia bersiap bersaksi Gaza akan bangkit
dari abu, dari doa, dari semangat perlawanan yang tak padam
dan nama Palestina
akan berdiri tegak, lebih abadi dari reruntuhanmu
Cilacap, 2025
SEKILAS TENTANG PENULIS

WARSONO ABI AZZAM adalah nama pena dari Warsono, M.Pd. Lahir di Banjarnegara, 6 Desember. Bermukin di Gumilir Cilacap, Jawa Tengah. Guru Matematika SMPN 5 Cilacap yang menyukai sastra. Bergiat di beberapa komunitas sastra maya. Telah menerbitkan beberapa buku sastra bergenre puisi, cerpen, pentigraf dan cernak. Karya-karyanya juga tersebar di berbagai antologi bersama penulis lain. Menulis puisi bertema Palestina adalah sebentuk empati dan cinta penulis untuk mereka yang tengah berjuang meraih kemerdekaan dari penjajah zionis laknatullah. Beberapa antologi bertema Palestina yang pernah diikuti: Palestina & Humanity (Apajake, 2021), Puisi Cinta Untuk Palestina (Komunitas Seni Kuflet, 2023), Puisi Untuk Palestina #4 (SIP Publishing, 2024), Palestina Forever (Dandelion, 2024), Free Palestine (Azkiya, 2024), Elegi Jeritan Hati, Puisi-puisi Keabadian untuk Palestina (Alineaku, 2024), Mawar Untuk Palestina (SIP Publishing, 2025). Telp/WA: 081542937101, FB: Warsono Abi Azzam, IG: @warsonoclp, surel: warsono_clp@yahoo.co.id.