Ahad, 28 September 2025

Pengantin Palestina

Karya: Nani


Ada cinta dalam setaman

Dihias meriam dan dentuman

Adam Hawa mengikat hati

Berjanji setia hingga mati


Dunia fana hanya sesaat

Kasih abadi nanti kan di akhirat

Raga dan darah untuk negara

Berkobar dalam luapan membara


Cinta setaman dibalut luka

Tapi sejoli tak pernah berduka

Fi sabilillah sebagai pengikat esa

Janji suci dua bunga bangsa


~nani`

MAN Barito Selatan Plus Keterampilan

26 September 2025

SEORANG BOCAH PALESTINA DENGAN KERTAS LUSUH DI SAKU CELANANYA

Karya: Warsono Abi Azzam 


Di medan pembantaian Gaza

di balik reruntuhan sebuah hunian

sesosok tubuh ringkih menjemput syahid

separuh tubuh tertindih puing-puing dinding

separuh bawah terbujur di atas tanah


tak ada air mata mengiring kepergiannya

sedari mula air mata kering dari sumbernya

terlalu banyak ia telah tertumpah 

terlalu lama ia mengalirkan derita

terlalu suci ia membasahi bumi para nabi


Karim sang bocah Palestina

terulas senyum menghadap Robbnya

terselip selembar kertas lusuh di saku celananya

sebuah catatan kecil terukir di antara lipatan

memicu haru sesiapa membacanya


selembar catatan dosa menurut kata hatinya

menjadi beban yang belum sempat meminta taubat

menjadi ganjalan hati hingga terbawa mati

meski sejatinya adalah kebaikan-kebaikan

belum sempurna tettunaikan


catatan di kertas lusuh begitu menyentuh

bukti bakti teguh pada ajaran agamanya

bukti kuat berakar keimanan pada tuhannya

betapa tidak

sang bocah syahid menuliskan:


Senin: aku tertidur tanpa berwudhu

Selasa: aku tertawa terlalu kuat

Rabu: aku tidak mendirikan sholat ‘Isya tepat waktu

Kamis: aku menjaringkan gol saat futsal dan terbit rasa bangga dalam hatiku

Jum’at: seharusnya aku bershalawat seribu kali sehari, tetapi hari ini aku hanya bershalawat 700 kali

Sabtu: aku terlupa dzikir pagi



Cilacap, 2025


Warsono Abi Azzam 

KETIKA DUNIA MENYALA


di panggung sejarah 

darah menetes bagai tinta hitam

jerit anak-anak Gaza terangkat ke langit

sementara ia—Netanyahu—membakar nurani umat

menyulut perang dengan wajah batu 

tanpa cahaya


bangsa-bangsa berdiri 

laksana ombak melawan karang

lantang meneriakkan: cukup sudah kebiadaban!

suara mereka jadi palu guntur

menghantam singgasana 

yang dibangun di atas tulang belulang


kebenaran tak bisa dikubur di reruntuhan

meski rudal-rudal meluluhlantakkan

meski roket-roket berhamburan

meski Natanyahu tak kenal malu

dunia menyala

menyalakan api perlawanan

untuk satu tujuan

: Palestina merdeka!


Cilacap, 2025


Warsono Abi Azzam 

LANTANG DARI DUNIA UNTUK PALESTINA

lihatlah Gaza, rahim bumi yang terus dibombardir

anak-anak melukis sorga di atas puing

ibu-ibu menimang jasad bayinya seperti kitab suci

dan langit menjadi saksi betapa keadilan dicabik-cabik


Netanyahu, wajahmu menjelma bara

tanganmu menganyam api di dinding rumah yatim

kau lontarkan rudal seakan gulungan kertas

padahal tiap ledakan adalah ayat nyawa manusia


dunia berdiri menggigil tapi berani bersuara

bangsa-bangsa melantang bagai ombak samudra

“hentikan! kau bukan dewa!

kau hanya bayang-bayang hitam yang akan runtuh!”


Gaza bukan lahan hampa

ia adalah taman doa dan gerbang sorga

setiap batu yang runtuh menyebut nama Palestina

setiap debu yang beterbangan menyalakan bara perlawanan


dunia menolak bisu menolak buta

genosida bukan bahasa Tuhan

tapi tamak yang menyaru iman

ia nafsu yang menyamar jadi fatwa adidaya


dari Paris, London, Madrid, Canberra, Lisboa, Jakarta hingga Ottawa

suara pengakuan menjelma angin pembebasan

meski simbolis ia menusuk jantung penindasan

membuat tiran resah di singgasana kekuasaannya


ingatlah wahai Netanyahu

sejarah adalah pengadilan tanpa suap

tiap tetes darah yang tumpah adalah saksi abadi

dan dunia, cepat atau lambat akan menjatuhkan palu


dunia bersiap bersaksi Gaza akan bangkit

dari abu, dari doa, dari semangat perlawanan yang tak padam

dan nama Palestina

akan berdiri tegak, lebih abadi dari reruntuhanmu


Cilacap, 2025

SEKILAS TENTANG PENULIS

WARSONO ABI AZZAM adalah nama pena dari Warsono, M.Pd. Lahir di Banjarnegara, 6 Desember. Bermukin di Gumilir Cilacap, Jawa Tengah. Guru Matematika SMPN 5 Cilacap  yang menyukai sastra. Bergiat di beberapa komunitas sastra maya. Telah menerbitkan beberapa buku sastra bergenre puisi, cerpen, pentigraf dan cernak. Karya-karyanya juga tersebar di berbagai antologi bersama penulis lain. Menulis puisi bertema Palestina adalah sebentuk empati dan cinta penulis untuk mereka yang tengah berjuang meraih kemerdekaan dari penjajah zionis laknatullah. Beberapa antologi bertema Palestina yang pernah diikuti: Palestina & Humanity (Apajake, 2021), Puisi Cinta Untuk Palestina (Komunitas Seni Kuflet, 2023), Puisi Untuk Palestina #4 (SIP Publishing, 2024), Palestina Forever (Dandelion, 2024), Free Palestine (Azkiya, 2024), Elegi Jeritan Hati, Puisi-puisi Keabadian untuk Palestina (Alineaku, 2024), Mawar Untuk Palestina (SIP Publishing, 2025). Telp/WA: 081542937101, FB: Warsono Abi Azzam, IG: @warsonoclp, surel: warsono_clp@yahoo.co.id.








GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular