Selasa, 23 September 2025

 KUPASTIKAN AKU BERSAMA PALESTINA-KU 

Karya: Nani

Kupastikan itu aku! 

Terbujur dingin dan kaku

Di antara tumpukan raksasa-raksasa paku

Dalam darah yang mengalir membeku


Kupastikan itu saya! 

Terbujur dalam bising nyanyian lalat

Di antara gumpalan gugus yang menyengat

Dalam redup remang cahaya 


Kupastikan itu aku! 

Terbujur bersama ribuan mata yang seolah menatapku

Di antara ketamakan yang berjibaku

Dalam kelicikan coretan baku


Kupastikan itu saya! 

Terbujur lunglai tak berdaya

Di antara sejenak munafik yang berjaya

Dalam jeritan dan rintihan maha karya


Dan kupastikan itu aku

Bersama Tuhanku

Bersama Palestina-Palestinaku

Bersama syahidku

Bersama kerinduan, arsy-ku


~nani`

MAN Barito Selatan Plus Keterampilan

Mencari Damai

Karya : Rohazila Yon

 


Mana tenang

Mana damai

Semua telah ditelan kabus tebal

Tiada lagi Kejora di malam hari

Tiada lagi senyuman Rang Bulan

Tiada lagi tawa Sang Suria

Bebaskanlah ! Bebaskanlah

Dari belenggu, dari Kezaliman, dari kejahatan

Tiap hari bedilan bertubi

Tiada lagi keriangan

Yang tinggal hanya tangisan

Sungai darah memenuhi segenap ruang

Nyawa amat murah nilainya

Anak-anak kehilangan ibu bapa

Ibu bapa kehilangan permata

Semoga bumi ini bebas merdeka

Merdeka! Merdeka!

 

 Gelang Patah

29 September 2025

 

Suara yang Tak Pernah Padam

Oleh: Khoiri



Di tanah yang diselimuti debu dan doa,

tangisan anak-anak jadi lantunan sunyi,

di antara reruntuhan,

ada harapan yang tetap berdiri.


Palestina, engkau bukan sekadar nama,

engkau nadi dari luka dan ketabahan,

suara rakyatmu adalah gema dunia,

yang takkan hilang meski ditutup senjata.


Suara itu adalah doa ibu,

yang merajut langit dengan kesabaran,

suara itu adalah langkah ayah,

yang menolak tunduk pada keangkuhan.


Wahai Palestina,

dunia mungkin bisu,

namun suara hatimu menembus segala batas,

menjadi nyala api dalam dada kami,

menjadi lantang seruan: “Engkau tidak sendiri.”

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular