Selasa, 2 September 2025

 LAUNGAN KEMERDEKAAN

Karya: Frediana Asmarah


Laungan merdeka jeritkan bersama

suara rakyat membelah angkasa

tiada lagi belenggu penjajah

bendera berkibar gagah di angkasa

lambang maruah bangsa merdeka.


Darah pejuang gugur di medan

api perjuangan takkan padam

jasanya harum sepanjang zaman

air mata saksi berharga 

pengorbanan suci tiada nilainya.


Pahlawan bangkit mengusir penjajah

merdeka datang hasil pengorbanan

tidak tercapai dengan kesenangan 

semangat juang membakar jiwa

menggenggam harapan bangsa tercinta.


Kini kita hidup bahagia

pertahankan maruah jangan leka

merdeka abadi selama-lamanya

laungan merdeka terus bergema

bangga gemilang kekal sejahtera.


SMK PENANGAH

27.8.2025

 PAHLAWAN YANG TAK TERLUPAKAN

Karya: Ryevialdino Haldan


Di bawah langit yang kelam

tatkala bumi dipijak penjajah angkuh

pahlawan berdiri dengan tekad membara

meski tubuh kurus senjata hanya sekadar cangkul dan parang tua.


Mereka bukan pejuang yang mencari nama

bukan juga wira yang menagih pujian

tetapi anak bangsa yang rela mati

demi tanah air bebas dari rantai perhambaan.


Pahlawan kami tahu deritamu

disiksa dipenjara dipukul tanpa belas kasihan

namun hatimu tetap utuh

cintamu pada tanah air lebih besar daripada luka yang membekas.


Hari ini kami berdiri di bumi yang bebas

bendera berkibar lagu merdeka bergema

tetapi di sebalik semua itu

ada kubur-kubur tanpa nama

ada roh-roh yang tersenyum dalam keabadian.


Wahai pahlawan tenanglah engkau di sana

pengorbananmu tidak pernah kami lupa

selagi nafas ini masih ada

Malaysia akan kami jaga

MERDEKA!.


SMK PENANGAH

27/8/2025

 JIWA KEMERDEKAAN

Karya:  Fyreazzila Misliyu


Darah pahlawan menyuburi tanah tercinta

jerit rakyat meruntuhkan tirai penjajahan

api perjuangan menyala tanpa padam

tulang dan keringat menjadi baja

jiwa bangsa berdiri tanpa tunduk.


Bendera megah berkibar di langit

langkah gagah mengisi nadi sejarah

air mata gugur menjadi permata

sumpah keramat terpahat di jiwa

merdeka abadi menyalakan cahaya bangsa.


Gunung tinggi menggaung suara perjuangan

sungai jernih menyimpan titis pengorbanan

tanah subur memeluk roh pejuang

langit biru menerima saksi merdeka

bangsa bersatu menjunjung amanah suci.


Esok terbentang dengan sinar kebebasan

harapan mekar di dada generasi

langkah berani merentas gelap penjajahan

suara merdeka menggetarkan seluruh bumi

kemerdekaan hidup dalam nadi bangsa.


FYREAZZILA MISLIYU

27/8/2025

 Suara Kemerdekaan

Karya: Filadelfiana Endrus 



Di bumi bertuah nan berdaulat

Tercatat sejarah darah dan perit

Pahlawan bangkit tanpa gentar

Menerjang musuh demi tanah air.


Jeritan merdeka menggema di angkasa

Membangunkan jiwa yang lama terikat

Rantai penjajah hancur berkecai

Bangsa merdeka teguh berdiri.


Wahai tanah air, bumi keramat

Di ribamu tumpah darah pekat 

Pergorbanan jadi suluh abadi

Menerangi jalan generasi kini.


Merdeka bukan sekadar laungan

Tetapi janji dan tanggungjawab

Membina bangsa dengan keberanian

Mengangkat martabat dengan kesatuan.


Hari ini kami berdiri megah

Di bawah panji kemerdekaan nan gagah

Bersumpah setia sepenuh jiwa

Merdeka selamanya gemilang.



SMK PENANGAH 

27/ 08/ 2025

Pahlawan Selamanya Hidup

Karya: Xcerfabio panawas



Di bawah redup cahaya merdeka

tersimpan kisah pahlawan berjiwa gagah

mereka berjuang demi bangsa dan agama

menjunjung tanah mempertahankan maruah.


Pahlawan itu bukan sekadar nama

bukan catatan yang hilang ditelan sejarah

tetapi nyala api yang membakar jiwa

menjadi sinar penunjuk jalan penuh tabah.


Mereka melangkah di rimba yang gelap

ombak mengganas tiada membuat gentar

meski maut datang bagai bayang tangkap

kasih pada bumi jadi benteng yang besar.


Darah mereka menitis jadi sungai juang

air mata gugur menyubur bumi bertuah

peluh mereka tumbuh menjadi semangat juang

roh mereka menjulang panji penuh megah.


Kini kita berpadu di bawah langit merdeka

tanpa mengira bangsa tanpa mengira sejarah

Malaysia teguh hasil pengorbanan jiwa

disulam cinta kasih dan semangat tabah.


Wahai bangsaku, dengarlah laungan merdeka

suarakan semangat, jangan biar goyah

kerana kemerdekaan ini milik kita bersama

warisan suci yang harus dijunjung megah.

 SUARA YANG MEREKA SEBUT KEMERDEKAAN

Karya: Sri Hidayati


Aku bukan pekik gombal di telinga wanita,

Bukan juga tangisan buaya di panggung sandiwara.

Namaku tidak terukir di nisan marmer yang dingin

sebab aku tak pernah mati.

Akulah auman singa di dada pemberani,

yang membakar habis sisa-sisa keraguan anak bangsa!


Kalian nyanyikan namaku di jalanan,

kalian arak bendera dan potret para pembesar.

Kalian kira aku hadiah yang jatuh dari langit?

sebuah kebetulan sesaat dari belas kasihan Sang Pencipta?


Dengarkan baik-baik!

Aku bukan hadiah!

Aku adalah gumpalan jerit terakhir,

lelehan air mata yang menjadi garam di tanah ini.

Aku adalah bongkahan daging-daging pahlawan

yang berkecai disiram peluru panas para durjana!


Dari waktu ke waktu, aku terus berlari

di sela-sela tidur lelapmu, di tengah pasar riuhmu,

selalui kubisikkan lagi pada nuranimu:

"Cepat! Rebut bendera itu sebelum fajar direnggut!"


Dan bisikanku menjadi guruh, jeritanku menjadi badai!

Langit yang merah oleh darah, akhirnya terbelah oleh fajar.

Matahari tak lagi pucat, ia bangkit membakar sisa-sisa malam.

Dan bendera itu, kini berkibar di puncak tiang tertinggi.


Akulah napas lega di dadamu.

Akulah jalanan tempat anak-anakmu berlari pulang.

Aku telah tiba.

Merdeka.

 MERDEKA!

 Karya: MUHAMMAD AFIQ LAI BIN LAI HENG LOI@ABD RAHIM

Di tanah pusaka bertuah ini

Kita berdiri teguh berani

Merdeka bukan hanya sehari

Namun janji setiap pertiwi.

 

Bagai aur dengan tebing kita bersatu

Membangun negara aman sentosa

Jangan biarkan harapkan pegar pegar makan padi

Khianat bangsa merobek pertiwi.

 

Semangat juang membara di dada

Genggam bara api biar sampai jadi arang

Pantang berundur rela berkorban

Demi negara tercinta dan sayang.

 

Kita jaga warisan nenek moyang,

Alah bisa tegal biasa, usaha tangga jaya,

Ilmu dicari, akhlak dijaga,

Agar bangsa terus berjaya.

 

Merdeka ini milik kita bersama

Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing

Malaysia gemilang impian menjelma

Di bawah payung Merdeka dijulang!

 

SMK Penangah,

30 Ogos 2025


 PAHLAWAN YANG TAK TERLUKIS

ALDRIAN PHILIP



Di bawah langit merah saga

Namamu terpatri dalam jiwa bangsa

Kau bukan hanya kisah dalam buku

Kau adalah nyawa di setiap detak waktu.


Wajahmu indah namun bukan kerana rupa

Melainkan cahaya hati yang tak pernah sirna

Dalam tatapmu tersimpan keberanian

Dalam senyummu lahir seribu harapan.


Engkau pelita di malam kelam

Menerangi jalan meski tubuhmu tenggelam

Peluhmu jadi bait darahmu jadi sajak

Mengukir merdeka di tiap jejak.


Tak ada sutra yang lebih lembut dari pengorbananmu

Tak ada permata yang lebih berharga dari tekadmu

Engkau cantik kerana jiwa yang setia 

Engkau mantap kerana hati yang tak pernah hampa.


Wahai pahlawan sang bunga bangsa

Namamu harum melebihi cahaya surya

Kami berdiri di bawah bayangmu yang suci

Mewarisi keberanianmu tanpa henti.


Selama bumi berpijak dan langit membentang

Namamu abadi takkan hilang ditelan zaman.



KELAS 6 ALAMANDA II

27/8/2025

 Jejak Pahlawan

Denny Rizky Adrian Mixchuer


Pahlawan gagah jiwa perkasa

menentang musuh tanpa rasa

bermandi darah demi bangsa

tegak berdiri penuh setia


Langkah berani teguh mara

tidak gentar hadapi sengsara

meski rebah di medan juang

namamu harum sepanjang zaman


Kami waris perjuangan suci

menyambung janji tiada henti

membangun negara tercinta ini

memupuk kasih menyulam murni


Hari merdeka tanda berjaya

jasa pahlawan tetap terjaga

rohnya hidup selamanya abadi

mengiring bangsa menuju harmoni


SMK Penangah, Telupid/Tongod, Sabah.

28 Ogos 2025

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular