CINTA YANG TAK PERNAH SALAH ALAMAT
Oleh Amnina el Humaira
Hujan gerimis di penghujung Desember menjadi saksi
Betapa aku ingin menghangatkan hatimu yang tak sedingin tanganmu
Namun hati emas itu laksana bintang di langit Jenggawah yang tak mampu ku gapai
Kenyataan hidup yang pelik ini memaksa ragaku untuk menyerah kalah
Namun suara hatiku dan bisik semesta berkonspirasi menantang egoku untuk bangkit perjuangkan cinta kita
Ku akui, aku hanyalah insan biasa
Yang tak mampu memintal riak buih di lautan menjadi permadani nan indah di singgasana megah kedua orang tuamu
Namun cinta suci yang telah bertahta di hati kita tidak pernah salah alamat
Rasa indah itu adalah karunia teristimewa dari Sang Maha Kuasa
Tuhanlah yang meniupkannya ke dalam lubuk sanubari setiap insan di bumi
Selama Tuhan menghendaki, maka tiada yang mustahil di bawah kolong langit-Nya
Karena jatuh hati dan mencintai tak pernah punya syarat
Ia tak pernah memandang rupa dan warna kulit, tak terhalang adat dan budaya, tak terpisahkan oleh ruang dan waktu, bahkan tak mengenal status sosial atau batas teritorial
Semua perbedaan itu seketika runtuh dan retak dalam cermin kebijaksanaan bernama cinta
Bagaimana tidak, getar indah itu adalah fitrah penciptaan atas seluruh umat manusia
Naluri suci pertanda kuasa Ilahi yang hanya sejenak bisa dipendam, namun takkan pernah benar-benar mampu dibungkam
Hadirnya laksana hembusan semilir angin surga
Yang takkan pernah bisa dihalau oleh siapa pun
Dengannya berwarnalah dunia dan terlahirlah generasi penerus
Maka biarkan aku memintal asa dalam untaian doa dan munajat cinta yang disukai Ilahi
Karena sebelum ku ketuk pintu rumahmu, terlebih dahulu telah ku ketuk pintu langit di seperti malamku
Dan sebelum ku hadapkan wajahku di hadapan walimu, telah terlebih dahulu ku hadapkan hati dan wajahku kepada Sang Pemilik Langit
Maka izinkan aku memilin rindu yang telah lama bersemayam di palung hati kita, menjadi tali ikatan yang halal dalam mahligai suci pernikahan
Karena takkan pernah benar-benar ku akui kekalahan sebelum ku tuntaskan perjuangan
Majene, 04 Januari 2026
Amnina el Humaira
Tiada ulasan:
Catat Ulasan