Selasa, 6 Januari 2026

CINTA YANG TAK PERNAH SALAH ALAMAT : Amnina el Humaira

 CINTA YANG TAK PERNAH SALAH ALAMAT 

Oleh Amnina el Humaira 


Hujan gerimis di penghujung Desember menjadi saksi

Betapa aku ingin menghangatkan hatimu yang tak sedingin tanganmu

Namun hati emas itu laksana bintang di langit Jenggawah yang tak mampu ku gapai 

Kenyataan hidup yang pelik ini memaksa ragaku untuk menyerah kalah

Namun suara hatiku dan bisik semesta berkonspirasi menantang egoku untuk bangkit perjuangkan cinta kita


Ku akui, aku hanyalah insan biasa

Yang tak mampu memintal riak buih di lautan menjadi permadani nan indah di singgasana megah kedua orang tuamu

Namun cinta suci yang telah bertahta di hati kita tidak pernah salah alamat

Rasa indah itu adalah karunia teristimewa dari Sang Maha Kuasa 

Tuhanlah yang meniupkannya ke dalam lubuk sanubari setiap insan di bumi 


Selama Tuhan menghendaki, maka tiada yang mustahil di bawah kolong langit-Nya

Karena jatuh hati dan mencintai tak pernah punya syarat

Ia tak pernah memandang rupa dan warna kulit, tak terhalang adat dan budaya, tak terpisahkan oleh ruang dan waktu, bahkan tak mengenal status sosial atau batas teritorial

Semua perbedaan itu seketika runtuh dan retak dalam cermin kebijaksanaan bernama cinta


Bagaimana tidak, getar indah itu adalah fitrah penciptaan atas seluruh umat manusia 

Naluri suci pertanda kuasa Ilahi yang hanya sejenak bisa dipendam, namun takkan pernah benar-benar mampu dibungkam

Hadirnya laksana hembusan semilir angin surga

Yang takkan pernah bisa dihalau oleh siapa pun

Dengannya berwarnalah dunia dan terlahirlah generasi penerus


Maka biarkan aku memintal asa dalam untaian doa dan munajat cinta yang disukai Ilahi

Karena sebelum ku ketuk pintu rumahmu, terlebih dahulu telah ku ketuk pintu langit di seperti malamku

Dan sebelum ku hadapkan wajahku di hadapan walimu, telah terlebih dahulu ku hadapkan hati dan wajahku kepada Sang Pemilik Langit 

Maka izinkan aku memilin rindu yang telah lama bersemayam di palung hati kita, menjadi tali ikatan yang halal dalam mahligai suci pernikahan 

Karena takkan pernah benar-benar ku akui kekalahan sebelum ku tuntaskan perjuangan 

 

Majene, 04 Januari 2026

Amnina el Humaira

Tiada ulasan:

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular