Isnin, 1 September 2025

 MERDEKAKAN JIWA

Karya: Ezatul Hanim



Ku seru wanita semesta

merdeka kan jiwa kita

jangan mudah mengalah

keluarlah dari kepompong dijajah

demi memartabatkan empunya diri

kita bisa hidup mandiri

jangan sampai hilang maruah

diinjak tanpa simpati

dibuli hingga mati



Bangkitlah demi anak watan

agar bisa menjadi pemimpin yang disegan

lahirkan bangsa yang berjiwa kental

yang bukan mudah menerima jolokan

kerna kita sumber inspirasi

anak-anak zaman kini

Merdeka jiwa demi bangsa.



Ezatul Hanim Yahya

Johor Bahru, Malaysia

28082025


Ezatul Hanim binti Yahya merupakan anak jati Johor Darul Takzim, Malaysia. Menumpukan bidang perniagaan sebagai kerjaya utama. Pertamakalinya mengikuti acara puisi nusantara, Malaysia dan Singapura ke Riau, Pekanbaru Indonesia pada tahun 2023


TANAH BERDARAH, LANGIT BERLUKA

Karya: Nelly Amalia


Di malam pekat tanpa bintang,

udara berbau mesiu dan anyir daging.

Jerit perempuan hamil

dibelah lolongan senapan,

sementara bayi-bayi lahir

tanpa tangis

sebab dunia terlalu bising oleh maut.


Kemerdekaan,

bukan sekadar bendera yang berkibar,

melainkan perut lapar yang ditusuk bayonet,

tangan yang diikat di tiang eksekusi,

mata yang dipaksa menyaksikan

sungai berubah lautan darah.


Aku melihat bumi gemetar

oleh dentum meriam,

aku mendengar doa-doa pecah

menjadi desah terakhir pejuang

yang terhuyung dengan luka terbuka,

sambil menggenggam tanah

seakan ingin menuliskan pesan terakhir:

“Jangan menyerah, meski hidup terenggut.”


Kemerdekaan…

lahir dari tulang belulang yang menggunung,

dari anyaman bambu runcing

yang menelan daging asing,

dari dada-dada muda

yang rela bolong oleh peluru,

namun tetap berteriak lantang:


MERDEKA!

Wahai anak bangsa,

jangan engkau kira

merdeka adalah pesta,

sebab di baliknya

ada ribuan mata tanpa kelopak,

ada ribuan tangan yang membeku di parit,

ada ribuan jiwa

yang memilih mati

agar engkau bisa hidup hari ini.


Merdeka adalah nisan berjajar,

adalah sunyi di hutan belantara,

adalah tangisan ibu

yang tak pernah menemukan jasad anaknya.


Dan kita,

hari ini mengibarkan merah putih

di atas luka mereka,

di atas sepi yang abadi,

di atas janji yang tak boleh dilanggar:


“Kemerdekaan ini,

adalah darah yang membeku di tanah,

jangan kau gadaikan

walau dengan seluruh emas dunia.”

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular