BERTEMU BAPAK DI MALAM RAMADHAN
Oleh : Nur Asrianti
Cahaya keemasan subuh
itu menjelma kilau perak yang menghangat di awal pagi
Sapuan lembut angin yang
segar semilir menyapu wajah yang sendu semalam
Dalam pertemuan rindu
yang lirih sepanjang dzikir terdalam
Ada kelam yang menguap
melayang menyublim ke denting hati yang tak lagi temaram
“Aku ingin saat ini
Engkau ada.
Ada di sini tertawa
bersamaku seperti dulu.”
Namun,
Pada serak cinta yang
selalu dia bawa setiap malam ramadhan
Dalam pertemuan rindu
itu
Dia hanya hadir dalam
kelebat cahaya yang tak lagi silau
Cahaya teduh yang
memandu pesan berjatuhan bersama bulir-bulir bening dari-Nya
Dalam semerbak wewangian
seribu bulan
“ Kamu tidak rusak, kamu
hanya terluka, dan luka akan sembuh dengan segera.”
Kata kata itu bergaung
menggema berkuasa
Melingkar lingkar
berkelindan dalam ingatan dan dalam dada
Mengubah denyut nyeri
yang semula hitam menjadi irama yang selaras nurani
Murni menari nari dalam
seribu harapan dan mimpi
Di penghujung reruntuhan
kepingan kehidupan
Di setiap pertemuan
dengan bapak di malam ramadhan
Selalu kupastikan
jelajah rindu berganti dengan cara bahagia yang dia ajarkan
Menjadi caraku merayakan
cinta dengannya yang tak berkesudahan
Dalam kekangan waktu dan
keabadian
Bandung, 16 Maret 2026
Bionarasi
Nur Asrianti. Founder Rumah
Baca Kharisma Ilmu. Penyuka puisi dan karya sastra. Tinggal di Bandung Jawa
Barat Indonesia.