Rabu, 1 Oktober 2025

Anak-Anak Palestina

Karya: Edaur


Mata mereka adalah langit yang retak,

diselimuti asap mesiu,

namun di sudutnya masih ada bintang

yang menolak padam.


Tawa mereka pecah seperti kaca

dilemparkan ke jalan yang sepi,

tapi serpihannya berkilau,

memantulkan cahaya yang tak mau hilang.


Kaki kecil itu berlari tanpa alas,

menyusuri puing rumah dan bayangan tank,

seakan mengejar pelangi

yang digambar oleh darah

dan debu yang berterbangan.


Mereka adalah benih zaitun

ditanam di tanah merah luka,

akar mungilnya menolak tercerabut

meski setiap musim

datang api membakar ladang.


Mereka adalah burung-burung kecil

yang terperangkap di sangkar besi,

namun sayap imajinasinya terbang

menembus jeruji,

menyapa langit dengan doa.


Wahai dunia, lihatlah mereka!

Jangan hanya menghitung korban,

jangan hanya menulis angka di kertas laporan,

karena di mata anak-anak itu

tersimpan masa depan

yang lebih besar dari ketakutan.


Anak-anak Palestina:

mereka menggenggam fajar dengan tangan gemetar,

mereka menyalakan harapan

di antara reruntuhan doa,

dan dari bibir mungil mereka

akan lahir lagi nyanyian

tentang kebebasan.


Pekanbaru, 25 September 2025

Kami untukmu, Palestina

Karya: Eduar



Kami bukan hanya suara

Kami adalah ombak

yang menolak padam meski karang

merobek dada samudra.


Kami bukan sekadar doa

Kami adalah cahaya

yang menyelinap di celah puing

menyalakan mata anak-anakmu

agar tetap mengenal fajar.


Kami bukan sebatas nama

Kami adalah akar

yang menembus bumi, menolak tercerabut

sebab darahmu sudah jadi hujan

dan nadimu sudah jadi sungai.


Kami bukan hanya janji

Kami adalah bara

yang ditiup langit

membakar takut, menyalakan tekad

menjadi api di tubuh besi.


Kami untukmu, Palestina:

takkan tunduk pada artileri,

takkan gentar pada tirani,

karena tanahmu adalah kitab terbuka,

dan perjuanganmu adalah ayat

yang kami hafal dalam dada.


Pekanbaru, 20 Agustus 2025

KARYA TERBAIK MINGGUAN

 TEMA: SUARA UNTUK PALESTINA





GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular