Anak-Anak Palestina
Karya: Edaur
Mata mereka adalah langit yang retak,
diselimuti asap mesiu,
namun di sudutnya masih ada bintang
yang menolak padam.
Tawa mereka pecah seperti kaca
dilemparkan ke jalan yang sepi,
tapi serpihannya berkilau,
memantulkan cahaya yang tak mau hilang.
Kaki kecil itu berlari tanpa alas,
menyusuri puing rumah dan bayangan tank,
seakan mengejar pelangi
yang digambar oleh darah
dan debu yang berterbangan.
Mereka adalah benih zaitun
ditanam di tanah merah luka,
akar mungilnya menolak tercerabut
meski setiap musim
datang api membakar ladang.
Mereka adalah burung-burung kecil
yang terperangkap di sangkar besi,
namun sayap imajinasinya terbang
menembus jeruji,
menyapa langit dengan doa.
Wahai dunia, lihatlah mereka!
Jangan hanya menghitung korban,
jangan hanya menulis angka di kertas laporan,
karena di mata anak-anak itu
tersimpan masa depan
yang lebih besar dari ketakutan.
Anak-anak Palestina:
mereka menggenggam fajar dengan tangan gemetar,
mereka menyalakan harapan
di antara reruntuhan doa,
dan dari bibir mungil mereka
akan lahir lagi nyanyian
tentang kebebasan.
Pekanbaru, 25 September 2025


