BUMI MENANGIS DI PALESTINA
Karya : Eduar
Bumi di kakimu, Palestina,
bukan lagi tanah,
ia menjelma luka yang tak sembuh,
retakan menganga seperti mulut haus
menelan tubuh anak-anak
sebelum sempat dewasa.
Langit berdebu,
bumi merintih dengan suara retak,
tulang-tulangnya dipaksa patah
oleh tank dan peluru.
Darah lebih deras dari hujan,
doa lebih sering tercekik
daripada sampai ke langit.
O, bumi zaitun yang suci,
kini menumbuhkan nisan.
Akar pohon menjulur
seperti tangan mencari syahid,
rumput hijau menyerap
air mata ibu yang bisu.
Aku mendengar ratapan bumi,
azan yang tertahan,
tasbih yang butirnya tercerai
dipukul badai mesiu.
Aku melihat bumi bergetar,
ingin menelan tirani,
namun sabar menahannya
dengan darah syuhada.
Setiap anak yang gugur
adalah biji zaitun menunggu musim,
setiap rumah yang runtuh
gunung yang mengasah kesabaran,
setiap ayah yang roboh
matahari yang kembali esok,
lebih garang,
membakar tirani dengan sinarnya.
Palestina…
bumimu kitab sakral
ditulis ulang dengan darah syuhada.
Engkau sajadah yang direntang
untuk sujud para syuhada,
rahim kesabaran
yang melahirkan fajar
meski dipaksa gelap.
O, bumi Palestina,
engkau berdarah, engkau merintih,
namun tak menyerah.
Setiap retakanmu doa,
setiap tangisanmu janji,
setiap deritamu jalan
menuju kebebasan
yang dunia pura-pura buta.
Pekanbaru, 12 September 2025

1 ulasan:
semoga segala derita segera sirna
Catat Ulasan