Jumaat, 19 September 2025

 Suara dari Pena Kecilku

Oleh: Nurul Afifah Binti Rahim


Di tanah yang merah oleh darah,

anak-anak tetap menatap langit dengan doa,

meski runtuh rumah, retak jiwa,

namun iman mereka tak pernah binasa.


Jerit dan tangis bersatu jadi nyanyian,

menggema ke seluruh pelusuk bumi,

“Jangan biarkan kami sendiri,

suara kalian adalah pelita kami.”


Maka kuserahkan bait ini sebagai saksi,

pena kecilku menyulam janji,

akan terus menulis, akan terus berdiri,

hingga Palestina kembali merdeka hakiki.


Bait-bait ini hanyalah titipan,

namun semoga jadi titisan harapan,

menyapu luka, menyeka tangisan.


Wahai dunia, bukalah mata dan telinga,

di balik runtuhan masih ada suara,

memanggil nurani, menyeru jiwa.


Selagi denyut nadi masih terasa,


selagi tinta mampu mengalirkan makna,

aku bersumpah: Palestin tidak akan pernah sendirian selamanya.


Tiada ulasan:

TASBIH KAYU DI UJUNG JEMARI " Karya Eduar Daud

TASBIH KAYU DI UJUNG JEMARI Penulis: Eduar Daud Di kota yang tak pernah tidur ini, suara azan Maghrib seringkali hanyalah frekuensi yang lew...

Carian popular