Simfoni Pualam
Oleh Yayuk.Wahyudi
Di bawah langit yang kian menjingga,
Engkau bersemi di ceruk sukma.
Sekuntum mawar yang tumbuh menyendiri,
Pada hamparan tanah tanpa nama.
Kita adalah dua kutub berbeda,
Terpisah kasta, terhalang karsa.
Satu mendaki puncak kian mulia,
Satu terperosok lembah yang hampa.
Bukan tak sudi tangan ini menjamah,
Namun takdir menuliskan batas.
Cinta kita hanyalah sekadar naskah,
Luntur sebelum tinta sempat membekas.
Biarlah bayangmu kian berkelana,
Di balik tirai malam yang sunyi.
Sebab engkau adalah kehilangan,
Yang paling agung dan paling abadi.
Kulon Progo, 25 Februari 2026
Bionarasi:
Yayuk Wahyudi Nama pena dari Sri Rahayu Yustina, S.IP., MM. Alumni STIE Widya Wiwaha Lahir bulan Desember di Purworejo. Tinggal di Kulon Progo. Tugas terakhir di Dispusip Kulon Progo. Mengisi waktu dengan menulis dan hobi melukis