Ahad, 23 November 2025

MENANTI DI PINTU MASA

 MENANTI DI PINTU MASA 

Nukilan Rasa : Zamri H.Jamaluddin


Rindu tumbuh dari pertemuan yang lirih,


seperti cahaya pertama yang menyentuh tepi embun.


Di situlah langkah kecil menuju bahagia digoreskan,


dengan restu langit yang memaut dua jiwa dalam diam.


Jika jodoh tersimpan di rak rahasia milik langit,


biarlah rindu ini menjadi utusan yang mengetuk takdir.


Kasih tak gentar meski dijaga sunyi,


pada noktah yang belum terungkap, 


cinta akan menyala seperti bintang menembus gelap.


Andai takdir menenun pertemuan kita,


datanglah seperti subuh yang membuka jendela dunia:


perlahan, lembut, tetapi pasti,


menyingkap tabir harapan yang lama menunggu sinarnya,


mengikat jiwa dalam dekapan yang tak ditelan masa.


Cinta yang suci tak pernah mengejar bayang,


ia tumbuh dalam bisikan waktu,


berakar dari doa yang tidak bersuara,
dan menanti, 


di pintu rahsia masa


yang hanya Tuhan tahu bila akan terbuka.


Kuala Lumpur

09.11.2025

Tiada ulasan:

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular