MENANTI DI PINTU MASA
Nukilan Rasa : Zamri H.Jamaluddin
Rindu tumbuh dari pertemuan yang lirih,
seperti cahaya pertama yang menyentuh tepi embun.
Di situlah langkah kecil menuju bahagia digoreskan,
dengan restu langit yang memaut dua jiwa dalam diam.
Jika jodoh tersimpan di rak rahasia milik langit,
biarlah rindu ini menjadi utusan yang mengetuk takdir.
Kasih tak gentar meski dijaga sunyi,
pada noktah yang belum terungkap,
cinta akan menyala seperti bintang menembus gelap.
Andai takdir menenun pertemuan kita,
datanglah seperti subuh yang membuka jendela dunia:
perlahan, lembut, tetapi pasti,
menyingkap tabir harapan yang lama menunggu sinarnya,
mengikat jiwa dalam dekapan yang tak ditelan masa.
Cinta yang suci tak pernah mengejar bayang,
ia tumbuh dalam bisikan waktu,
berakar dari doa yang tidak bersuara, dan menanti,
di pintu rahsia masa
yang hanya Tuhan tahu bila akan terbuka.
Kuala Lumpur
09.11.2025
Tiada ulasan:
Catat Ulasan