DIALOG SANG FAKIR: DI AMBANG TIRAI DAN BUIH
Karya: Eduar Daud
Malam tak lagi berangin,
ia diam,
seperti rahasia yang menolak dibuka.
Di dadaku, api tua meredup,
bukan padam,
hanya lelah menyala.
Siapa aku
selain sisa
dari harap yang gagal tumbuh?
Suara itu tak menggema,
ia jatuh perlahan
dan mati
di dasar sunyi.
Aku pernah percaya
pada buih yang kupeluk,
pada putih yang kukira suci.
Kini tanganku asin,
dan laut
tak meninggalkan apa pun
kecuali rasa kosong.
Aku menengadah,
bukan untuk bintang,
hanya untuk tahu
sejauh apa jatuh bisa terjadi.
Bumi menerimaku tanpa tanya,
seperti biasa:
dingin
dan tak peduli.
Cintaku bukan luka,
ia lebih menyerupai debu:
tak berdarah,
tak bersuara,
namun perlahan
mengubur dada.
Kau melintas
dalam cahaya yang tak kupunya.
Aku tak menahanmu.
Bayang tak berhak
meminta matahari berhenti.
Tirai itu tetap tertutup.
Aku tak lagi ingin tahu
apa yang berkilau di baliknya.
Gelap ini cukup,
setidaknya
ia jujur
tentang siapa aku.
Pekanbaru, 24 Desember 2025
Tiada ulasan:
Catat Ulasan