Rabu, 7 Januari 2026

DIALOG SANG FAKIR: DI AMBANG TIRAI DAN BUIH : Eduar Daud

DIALOG SANG FAKIR: DI AMBANG TIRAI DAN BUIH

Karya: Eduar Daud


Malam tak lagi berangin, 

ia diam,

seperti rahasia yang menolak dibuka.

Di dadaku, api tua meredup,

bukan padam,

hanya lelah menyala.


Siapa aku

selain sisa

dari harap yang gagal tumbuh?

Suara itu tak menggema,

ia jatuh perlahan

dan mati

di dasar sunyi.


Aku pernah percaya

pada buih yang kupeluk,

pada putih yang kukira suci.

Kini tanganku asin,

dan laut

tak meninggalkan apa pun

kecuali rasa kosong.


Aku menengadah, 

bukan untuk bintang,

hanya untuk tahu

sejauh apa jatuh bisa terjadi.

Bumi menerimaku tanpa tanya,

seperti biasa:

dingin

dan tak peduli.


Cintaku bukan luka,

ia lebih menyerupai debu:

tak berdarah,

tak bersuara,

namun perlahan

mengubur dada.


Kau melintas

dalam cahaya yang tak kupunya.

Aku tak menahanmu.

Bayang tak berhak

meminta matahari berhenti.


Tirai itu tetap tertutup.

Aku tak lagi ingin tahu

apa yang berkilau di baliknya.

Gelap ini cukup, 

setidaknya

ia jujur

tentang siapa aku.


Pekanbaru, 24 Desember 2025

Tiada ulasan:

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular