DALAM TAHAJJUDKU
Karya: Zamri H. Jamaluddin
Di tengah malam yang bernafas lembut,
seakan mendengar suatu bisikan
aku terjaga,
menyibak sunyi dengan sehelai doa.
Tahajjudku menjadi saksi
atas tangis bumi Palestin
yang menggema di celah sujudku.
Aku terbayang wajah-wajah duka,
anak-anak yang memeluk debu
seolah mendakap sebutir harapan.
Wahai saudaraku yang teraniaya,
bening air matamu menitis
Seolah mentau ke dalam hatiku,
menjadi zikir yang tidak akan pernah padam.
Dalam sujud panjang,
aku seakan mendengar Tuhan berbisik lembut
di antara hela nafas dan harapan:
“Doamu adalah pelita
di tengah gelap peperangan.”
dalam sunyi Maka ku pohon ampun,
bukan hanya untuk diriku,
tapi untuk dunia yang terlupa mencintai.
Tangisan Palestin,
bukan sekadar ratapan,
melainkan panggilan untuk bertindak.
Kami mengangkat tangan,
bukan dengan senjata,
tapi dengan doa yang menembus langit.
Semoga suatu hari,
langitmu tidak lagi berwarna kelabu.
Semoga tanahmu kembali bernyanyi
tentang merdeka dan damai.
Dan dalam setiap tahajjudku,
namamu tetap ku sebut,
wahai saudaraku,
jangan pernah menyerah.
Kuala Lumpur
12.10.2025 : 02.25 pagi
Tiada ulasan:
Catat Ulasan