Rabu, 15 Oktober 2025

 DALAM TAHAJJUDKU

Karya: Zamri H. Jamaluddin


Di tengah malam yang bernafas lembut,

seakan mendengar suatu bisikan

aku terjaga,

menyibak sunyi dengan sehelai doa.

Tahajjudku menjadi saksi

atas tangis bumi Palestin

yang menggema di celah sujudku.


Aku terbayang wajah-wajah duka,

anak-anak yang memeluk debu

seolah mendakap sebutir harapan.

Wahai saudaraku yang teraniaya,

bening air matamu menitis 

Seolah mentau ke dalam hatiku,

menjadi zikir yang tidak akan pernah padam.


Dalam sujud panjang,

aku seakan mendengar Tuhan berbisik lembut

di antara hela nafas dan harapan:

“Doamu adalah pelita

di tengah gelap peperangan.”

dalam sunyi Maka ku pohon ampun,

bukan hanya untuk diriku,

tapi untuk dunia yang terlupa mencintai.


Tangisan Palestin, 

bukan sekadar ratapan,

melainkan panggilan untuk bertindak.

Kami mengangkat tangan,

bukan dengan senjata,

tapi dengan doa yang menembus langit.

Semoga suatu hari,

langitmu tidak lagi berwarna kelabu.

Semoga tanahmu kembali bernyanyi

tentang merdeka dan damai.

Dan dalam setiap tahajjudku,

namamu tetap ku sebut, 

wahai saudaraku,

jangan pernah menyerah.


Kuala Lumpur

12.10.2025 : 02.25 pagi



Tiada ulasan:

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular