Khamis, 16 Oktober 2025

 Monolog Untuk Gaza 

Karya : Zamri H.Jamaluddin


Engkau adalah cermin yang pecah,

Menyimpan bayangan-bayangan 

duka yang tidak terperi.


Harapanmu adalah sungai 

yang mengalir deras di bawah reruntuhan yang berabad,

Mencari jalannya menuju lautan kebebasan yang tidak pernah pudar.


Dari nafas yang bergetar saat sujud,

Dari takafur yang merenungi luka,

Tercipta sebuah jembatan dari getaran jiwa ke jiwa.

Tidak perlu kata-kata, tidak perlu janji,


Cukuplah bisikan doa yang mengalun dalam keheningan malam,

Menjadi kekuatan bagi langkah-langkahmu yang tegar.


Luka-lukamu adalah lukisan di kanvas semesta,

Yang mengajar tentang arti ketabahan yang tidak terhingga.


Engkau adalah pohon zaitun yang akarnya menembus batu,

Tidak akan goyah oleh badai dan terik,

Kerana doa-doa kami adalah air yang membasahi akarmu.


Setiap harapanmu,

Adalah burung-burung yang menetas dari cangkang penderitaan,

Terbang tinggi menembus awan kelabu.


Dan setiap doaku,

Adalah angin yang menghembuskan sayap-sayapnya,

Membawa mereka terbang menuju hari esok yang cerah.


Maka, dalam nafas dan takafurku,

Terukir janji, bahwa engkau tidak akan pernah sendiri.

Harapanmu adalah harapan kami,

Dan doamu adalah doa yang menggetarkan semesta.

Hingga fajar kemenangan menyingsing,

Dan tanah yang berlumur darah akan kembali menjadi taman yang subur.



Bandar Seri Begawan

15.10.2025 : 05.15am

Tiada ulasan:

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular