Khamis, 16 Oktober 2025

Takbir di Tengah Reruntuhan

Syahrul Ramadhan



Takbir menggema

bukan untuk perang,  

tapi untuk meredam dentuman.


Di antara langit dan reruntuhan,  

ada suara yang tak bisa dibungkam:  

“Allahu Akbar”  

bukan seruan kematian,  

tapi doa agar nyawa diselamatkan.


Di mata anak-anak yang kehilangan atap,  

takbir jadi pelindung,  

bukan pemicu retak tanah.


Gencatan senjata,  

bukan kelemahan,  

tapi kekuatan jiwa  

yang tahu kapan berhenti,  

agar damai sempat tumbuh  

di ladang penuh luka.


Kami tak menyerah,  

kami memilih jeda,  

agar bumi bisa menarik napas  

tanpa aroma mesiu.


Dan ketika takbir naik ke langit,  

ia membawa air mata,  

bukan amarah

ia mengetuk langit,  

agar cinta lebih nyaring  

dari ledakan.

Tiada ulasan:

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular