Akar yang Sunyi
Karya: Kims Diwa
Aku mengangkat hari dengan bahu yang letih
keringat gugur bagai hujan di bumbung seng
namun di menara kaca
namaku tetap hilang ditelan angka.
Mesin berputar dengan nadiku sendiri
aku menulis hidup pada besi yang berderu
tetapi dalam mata manusia
aku hanya bayang yang dilupakan waktu.
Setiap malam aku pulang membawa diam
detak jam seperti palu mengejek
sedang aku berbisik dalam doa,
“Engkaulah saksi setiap tetes yang jatuh.”
Biarlah sejarah bukan milik pena manusia
kerana di hadapan-Mu Tuhan Yang Maha Adil
akar yang sunyi pun dikenal
sebagai nadi yang membuat roda tetap berputar.
Kims Diwa
Kg. Simpang Entilibon
16/8/2025

Tiada ulasan:
Catat Ulasan