Ahad, 17 Ogos 2025

AKAR YANG SUNYI

 Akar yang Sunyi

Karya: Kims Diwa



Aku mengangkat hari dengan bahu yang letih

keringat gugur bagai hujan di bumbung seng

namun di menara kaca

namaku tetap hilang ditelan angka.


Mesin berputar dengan nadiku sendiri

aku menulis hidup pada besi yang berderu

tetapi dalam mata manusia

aku hanya bayang yang dilupakan waktu.


Setiap malam aku pulang membawa diam

detak jam seperti palu mengejek

sedang aku berbisik dalam doa,

“Engkaulah saksi setiap tetes yang jatuh.”


Biarlah sejarah bukan milik pena manusia

kerana di hadapan-Mu Tuhan Yang Maha Adil

akar yang sunyi pun dikenal

sebagai nadi yang membuat roda tetap berputar.


Kims Diwa 

Kg. Simpang Entilibon 

16/8/2025

Tiada ulasan:

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular