Sabtu, 30 Ogos 2025

 TANGISAN MERDEKA YANG TERSISA

Karya: MOHD EZANI BIN AZNI


Di bumi ini pernah tumpah darah,

jerit perit menjadi saksi sejarah,

langkah para pejuang hilang di balik kabus senja,

namun roh mereka tetap bernafas dalam jiwa bangsa.


Malam merdeka dulu disambut dengan air mata,

bukan hanya sorak gembira semata,

kerana setiap senyum itu teriring luka,

luka yang diwariskan oleh penjajah durjana.


Kini, kota berdiri megah,

namun gema perjuangan makin resah,

anak bangsa leka di buaian dunia,

melupakan darah yang pernah menyuburi tanah pusaka.


Di pusara pahlawan, angin berbisik sayu,

daun-daun gugur seperti mengirim rindu,

adakah pengorbanan mereka sudah dibalas?

atau hanya tinggal nama yang kian terhakis?


Merdeka ini tidak sekadar bendera berkibar,

ia adalah janji pada mereka yang gugur tanpa pulang,

janji untuk menjaga amanah dan maruah negara,

bukan meruntuhkannya dengan tangan sendiri.


Wahai bangsaku, sedarlah dari lena,

merdeka bukan sekadar hari untuk berpesta,

ia adalah tangisan yang harus dijaga,

agar pilu itu menjadi pengingat selamanya.


Di hujung senja, aku berdiri kaku,

menatap jalur gemilang yang kian layu,

berdoa semoga semangat pahlawan dulu

tidak mati dibawa waktu.


MOHD EZANI BIN AZNI

SMK Penangah,

29/8/2024

Tiada ulasan:

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular