Langit Gaza Masih Luka
Oleh : Era Nurza
Langit Gaza masih luka
warnanya bukan biru
tapi kelabu bercampur doa yang tersesat
Anak-anak berlari tanpa bayangan
karena matahari pun ragu menyinari reruntuhan yang tak lagi punya nama
Suara azan menembus debu
mengabarkan iman yang masih tegak meski dindingnya runtuh
Di antara batu dan nyala api
seorang ibu menimang udara
mencari bayinya yang tinggal kenangan
Dunia menonton dari balik layar
menghitung korban seperti angka tanpa wajah
Sedang Gaza menulis puisi dengan darahnya sendiri
di kertas langit yang penuh lubang peluru
Ada doa yang tak sempat selesai
ada ayat yang terpotong di tengah serangan
Tapi di hati yang hancur
masih tumbuh bunga kecil bernama harapan
Mereka tidak mati
mereka berpindah ke bait lain dari kehidupan
ke tempat di mana suara tak lagi bergema oleh sirene
dan anak-anak bisa tertawa tanpa takut besi dan api
Langit Gaza masih luka
tapi luka itu bukan tanda akhir
ia adalah nadi yang terus berdenyut
menyebut satu nama
Kemanusiaan.
Padang Indonesia, Oktober 2025
Suara Azan di Reruntuhan
Oleh : Era Nurza
Suara azan di reruntuhan
mengalun pelan di antara debu dan abu
seperti bisikan langit yang menolak menyerah
meski bumi telah kehilangan bentuknya
Di bawah dinding yang retak
seorang lelaki berdiri dengan tubuh penuh doa
menengadahkan tangan yang gemetar
bukan karena takut
tapi karena cinta yang terlalu dalam pada
Tuhannya
Anak kecil memeluk batu bata
mengira itu tempat tidurnya semalam
Sementara ibunya memeluk udara
berharap ada nama yang kembali dari puing
Suara azan itu terus naik
menembus sisa-sisa malam dan bau mesiu
menyentuh langit yang masih gelap
menggetarkan hati malaikat yang turut menangis diam-diam
Dunia mendengar tapi banyak yang menutup telinga
Hanya angin yang berani menjawab
“Allahu Akbar…”
seraya membawa gema itu melintasi lautan
agar sampai pada hati yang masih hidup di belahan bumi lain
Di reruntuhan itu
iman bukan lagi sekadar kata
ia menjelma nafas
menjelma cahaya yang tak padam bahkan saat listrik dunia mati
Suara azan di reruntuhan
menjadi saksi bahwa manusia bisa dihancurkan
tapi tidak pernah benar-benar hilang
Selama masih ada satu jiwa yang bersujud
Gaza akan tetap hidup
dalam takbir dalam air mata
dalam setiap denyut kemanusiaan yang menolak diam
Padang, Indonesia, Oktober 2025
Palestina Masih Luka
Oleh : Era Nurza
Palestina masih luka
Darahnya belum kering di halaman sejarah
sementara dunia terus menulis bab baru
tanpa menatap matanya yang letih
Anak-anak tumbuh tanpa langit biru
menggambar rumah di udara
karena di tanahnya
setiap dinding bisa hilang dalam sekejap suara
Ada doa melayang di antara asap
menyebut nama Tuhan dengan suara serak
mungkin agar malaikat tahu
bahwa iman masih bernafas di bawah reruntuhan
Palestina masih luka
tapi luka itu bukan tanda menyerah
Tiada ulasan:
Catat Ulasan