Sabtu, 18 Oktober 2025

Puisi 3 Tajuk : Era Nurza

 Langit Gaza Masih Luka

Oleh : Era Nurza


Langit Gaza masih luka

warnanya bukan biru

tapi kelabu bercampur doa yang tersesat

Anak-anak berlari tanpa bayangan

karena matahari pun ragu menyinari reruntuhan yang tak lagi punya nama


Suara azan menembus debu

mengabarkan iman yang masih tegak meski dindingnya runtuh


Di antara batu dan nyala api

seorang ibu menimang udara

mencari bayinya yang tinggal kenangan

Dunia menonton dari balik layar

menghitung korban seperti angka tanpa wajah


Sedang Gaza menulis puisi dengan darahnya sendiri

di kertas langit yang penuh lubang peluru

Ada doa yang tak sempat selesai

ada ayat yang terpotong di tengah serangan

Tapi di hati yang hancur

masih tumbuh bunga kecil bernama harapan


Mereka tidak mati 

mereka berpindah ke bait lain dari kehidupan

ke tempat di mana suara tak lagi bergema oleh sirene

dan anak-anak bisa tertawa tanpa takut besi dan api


Langit Gaza masih luka

tapi luka itu bukan tanda akhir 

ia adalah nadi yang terus berdenyut


menyebut satu nama

Kemanusiaan.


Padang Indonesia, Oktober 2025



Suara Azan di Reruntuhan

Oleh : Era Nurza


Suara azan di reruntuhan

mengalun pelan di antara debu dan abu

seperti bisikan langit yang menolak menyerah

meski bumi telah kehilangan bentuknya


Di bawah dinding yang retak

seorang lelaki berdiri dengan tubuh penuh doa

menengadahkan tangan yang gemetar 

bukan karena takut

tapi karena cinta yang terlalu dalam pada 


Tuhannya


Anak kecil memeluk batu bata

mengira itu tempat tidurnya semalam

Sementara ibunya memeluk udara

berharap ada nama yang kembali dari puing

Suara azan itu terus naik

menembus sisa-sisa malam dan bau mesiu

menyentuh langit yang masih gelap

menggetarkan hati malaikat yang turut menangis diam-diam


Dunia mendengar tapi banyak yang menutup telinga

Hanya angin yang berani menjawab

“Allahu Akbar…”

seraya membawa gema itu melintasi lautan

agar sampai pada hati yang masih hidup di belahan bumi lain


Di reruntuhan itu

iman bukan lagi sekadar kata 

ia menjelma nafas

menjelma cahaya yang tak padam bahkan saat listrik dunia mati


Suara azan di reruntuhan

menjadi saksi bahwa manusia bisa dihancurkan

tapi tidak pernah benar-benar hilang

Selama masih ada satu jiwa yang bersujud

Gaza akan tetap hidup 

dalam takbir dalam air mata

dalam setiap denyut kemanusiaan yang menolak diam


Padang, Indonesia, Oktober 2025




Palestina Masih Luka

Oleh : Era Nurza


Palestina masih luka

Darahnya belum kering di halaman sejarah

sementara dunia terus menulis bab baru

tanpa menatap matanya yang letih

Anak-anak tumbuh tanpa langit biru

menggambar rumah di udara

karena di tanahnya

setiap dinding bisa hilang dalam sekejap suara


Ada doa melayang di antara asap

menyebut nama Tuhan dengan suara serak

mungkin agar malaikat tahu

bahwa iman masih bernafas di bawah reruntuhan


Palestina masih luka

tapi luka itu bukan tanda menyerah 

Tiada ulasan:

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular