Rabu, 15 Oktober 2025

 Senandung Pilu Dari Tanah Para Nabi

( Puisi Untuk Palestina )

Oleh : Jalal Rebong, S.Pd



Di Tanah suci, tempat doa bersemi,

Luka menganga tak kunjung terobati.

Bukan cerita, bukan pula mimpi,

Namun nyanyian pilu yang dibawa sepi.


Dari Gaza, debu-debu bercerita,

Tentang rumah yang hilang, tinggal puing sisa.

Langit malam yang seharusnya tenang, berbintang,

Kini dilukis merah, oleh jerit yang mencekam.

Anak-anak berlarian, bukan untuk bermain,

Namun mencari perlindungan, dari suara yang dingin.

Mata kecil mereka, menyimpan sejarah kelam,


Kisah kehilangan ayah, ibu, dan pagi yang tenggelam.

Oh, Al-Aqsa, jiwamu kini terhimpit,

Dindingmu kokoh, namun hatimu sakit.

Saksi bisu perih, di persimpangan abad,

Menanti damai yang entah kapan kan tiba, dengan selamat.

Kami di kejauhan, hanya bisa meratap,

Menyimpan duka dalam doa yang tak pernah lenyap.



Sebab engkau adalah denyut nadi kemanusiaan,

Palestina, tanah zaitun yang tak pernah kami lupakan.

Semoga fajar esok membawa keadilan,

Menggantikan air mata dengan senyum kemenangan.

Agar zaitun tumbuh subur, di tanah yang merdeka,

Dan senandung pilu berganti menjadi senandung suka.



Balauring, 15 Oktober 2025

Bionarasi

Jalal Rebong, S.Pd. Pria kelahiran Kolipadan ( 1987 ) Guru Pada SMAN 1 Balauring sekaligus Pegiat dan Penulis Sastra, penggagas komunitas Tinta Sastra Smansa Balauring.  sejak 2011 saya sudah menulis beberapa karya baik Bersama rekan sejawat maupun pribadi, bagi saya menulis Adalah jalan membuka gerbong jiwa dan puisi bagiku Adalah ungkapan jiwa, itulah saya selalu menghabiskan waktu untuk menulis. 

Tiada ulasan:

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular