Rabu, 15 Oktober 2025

 Suara dari Langit Palestina

Oleh Khoiri


Di tanah suci yang berdebu,

tempat para nabi pernah melangkah,

angin membawa kabar dari langit—

tentang sabar, tentang luka,

tentang iman yang tak pernah padam.


Langit di atas Gaza retak,

namun di setiap retakannya

ada cahaya yang menolak padam.

Anak-anak kecil menatapnya dengan mata penuh doa,

menghafal takbir di tengah dentum senjata.


Setiap batu yang mereka genggam

bukan amarah—

melainkan harapan yang dikirim ke langit,

menembus awan, menembus sunyi,

menggetarkan Arasy

dengan nama Allah yang suci.


Di antara puing rumah yang runtuh,

seorang ibu menimang bayang anaknya,

berbisik lirih,

“Syahidmu bukan akhir, nak,

tapi jalan menuju taman yang dijanjikan.”


Dunia mungkin menutup mata,

namun bumi tidak.

Tanah Palestina menyimpan setiap jejak sujud,

setiap darah yang jatuh menjadi saksi,

bahwa perjuangan ini bukan tentang tanah semata,

melainkan tentang kehormatan iman.


Waktu berjalan, musim berganti,

namun suara itu tak pernah hilang—

suara azan di antara runtuhan,

suara doa di sela ketakutan,

suara anak-anak yang masih berani tertawa

meski langit di atasnya terbakar.


Wahai dunia,

jika telingamu masih sanggup mendengar,

dengarkanlah—

itu bukan jerit, bukan tangis,

itu suara dari langit Palestina,

suara yang lahir dari sabar dan tawakal,

suara yang membawa pesan:

bahwa kebenaran mungkin tertindas,

tapi tak akan pernah kalah.

Tiada ulasan:

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular