25 Tahun : Belajar Jadi Anak, dan Tetap Jadi Aku
Karya: Dassy J
Hai
Sudah dua puluh lima tahun di dunia
Berusaha terus mencoba untuk tetap jadi manusia.
Sadar atau tidak, masa berputar
waktu berlari begitu cepat
memaksa belajar banyak hal
tentang kehilangan
tentang bertahan
tentang melepaskan
tentang mengikhlaskan
tentang keluarga.
Kadang aku terjebak dalam pertanyaan:
bagaimana kalau aku tidak lahir dalam keluarga ini?
Keluarga adalah segalanya
Iya, aku setuju itu.
Tapi kenapa sepertinya aku tak punya tempat bersandar?
Bukan karena tak bersyukur
hanya lelah
tak didengar
tak dimengerti
tak bisa bercerita.
Aku bahagia berada bersama mereka yang kusebut keluarga.
Senang sekali, malah.
Mereka perhatian
mereka ada
Tapi kadang, justru menjadi kasih yang melukai.
Tak boleh ini, tak boleh itu.
Aku tahu, niat mereka melindungi.
Tapi haruskah membuatku kehilangan
hak untuk berekspresi
hak untuk berpendapat
hak untuk berkekurangan
hak untuk bercerita
hak untuk menjadi diri sendiri?
Apakah menjadi keluarga harus selalu sempurna?
Aku saja masih belajar mengenali diri
tapi terus dituntut menjadi seperti yang mereka mau
menjadi kuat
menjadi sigap
menjadi anak yang tak pernah lelah.
Kadang aku ingin berkata tidak
tidak merasa lemah
tidak kecewa
tidak diam.
Namun semua itu,
akhirnya aku sadar
kehidupan tidak harus selalu bahagia.
Kadang ia butuh luka mengajarkan erti tekad.
Kali ini
tekadku sederhana:
membawa versi keluarga ideal menurutku
keluarga kecilku nanti di masa depan.
Dassy J, 2025
Samparita, Kota Marudu, Sabah
Tiada ulasan:
Catat Ulasan