Khamis, 28 Ogos 2025

NAFAS YANG TERAKHIR

Karya:  Nicol Leylee James


Dalam gelita pekat sejarah yang berdarah

aku dengar tangis tanah dirobek rakus

jeritnya menjadi lagu sunyi dalam dada bumi

peluru bersahut bagai bisikan maut 

namun seorang tua masih bersiri kaku.


Tangannya mengenggam tanah basah

mata putihnya melihat langitnya yang suram

dia bukan wira bepakaian besi

tapi doanya lebih tajam dari senjata

setiap lafaznya menusuk penjajah.


Inilah nafas terakhir katanya perlahan

aku tidak takut mati demi anak cucu

jika darahku jadi dakwat sejarah

maka tulislah kisah ini tanpa dusta 

dan tanpa luka palsu dibersih penjajah.


Bulan mentaksikan tubunnya rebah

tapi roh pejuang tak pernah mati

ia meresap ke dalam akar pokok merdeka

berkembang menjadi semangat tak terpadam

yang mengalir dalam nadi anak bangsa.


Kini kami berdiri atas tulang - benulang itu

di atas mimbar yang dulunya medan perang

kami mengucapkan janji kepada tanah air

bahawa nafas terakhir mereka tidak sia - sia

dan kemerdekaan ini akan terus dikekalkan.

Tiada ulasan:

GELAP YANG CUKUP : Eduar Daud

 GELAP YANG CUKUP Karya: Eduar Daud Malam berhenti bergerak.  Di kamar ini aku belajar diam,  menghitung napas di balik tirai yang membeku. ...

Carian popular