Meraih Keberkahan dari Melodi Jiwa
Karya: Nelly Amalia
Aku tidak lagi menyebut ini suara,
ia adalah napas yang disusupkan langit
ke dalam rongga paling sunyi,
dari diriku yang pernah retak.
Pada dini hari yang nyaris tak bernama,
ketika embun menggigil di ujung waktu,
ada nada yang jatuh perlahan
bukan dari dunia,
melainkan dari sesuatu yang lebih tua dari doa.
Ia mengetuk,
bukan telinga,
melainkan ingatan yang bahkan belum sempat lahir.
Dan aku bergetar.
Seperti tanah yang pertama kali disentuh hujan,
seperti luka yang diam-diam dipeluk cahaya,
melodi itu mengalir
menyusuri nadi,
mengendap di tulang,
lalu berpendar menjadi rahasia yang tak mampu kubahasakan.
Aku bertanya,
ini rindu, atau panggilan pulang?
Sebab setiap nadanya
membuka pintu-pintu yang selama ini kupaku sendiri,
menggugurkan gelap yang kupelihara
seolah ia rumah.
Dan kini,
aku berdiri di antara gema yang tak terlihat,
namun terasa lebih nyata
dari tubuhku sendiri.
Melodi itu tidak meminta apa pun,
tidak menjanjikan apa pun,
namun setiap getarnya
menjadi keberkahan yang turun tanpa suara.
Ia menjadikan air mataku suci,
menjadikan diamku penuh,
menjadikan aku…
lebih dekat dari jarak yang pernah kupahami.
Jika ini mimpi,
biarkan aku terjaga di dalamnya.
Jika ini cahaya,
biarkan aku hancur agar mampu memantulkannya.
Sebab pada akhirnya aku tahu
yang kucari bukan dunia yang bising,
melainkan satu nada kecil
yang diam-diam menuntunku
pulang
kepada yang tak pernah benar-benar jauh.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan