Selasa, 26 Ogos 2025

DETIK PROKLAMASI

 DETIK PROKLAMASI

Oleh Syahrul Ramadhan




Saat pagi datang, mentari sujud di Pegangsaan,

menyibak kabut seribu tahun penjajahan.

Sukarno bersabda, suara jadi pedang,

Hatta mengamini, tenang seperti samudra.


Merah putih mulai naik ke langit,

bukan sekadar kain, melainkan sayap malaikat.

Merah darah, putih jiwa,

membawa nusantara terbang menuju cahaya.


Merdeka!

Detik itu bukan sekadar sejarah,

melainkan zikir panjang nusantara,

jiwa kembali pada Tuhannya.


Tangerang, 18 Mei 2025




BIONARASI


Syahrul Ramadhan, pegiat dalam bidang bahasa, sastra, dan pendidikan.

Tiada ulasan:

SEPERTIGA YANG MENUNGGU: Karya Kims Diwa

  SEPERTIGA YANG MENUNGGU Aku berdiri dalam diri yang lama aku tinggalkan tanpa sedar langkah pulang bermula dari retak dada Rumah ti...

Carian popular