Warsono Abi Azzam
MALAM MENGETUK DARI DALAM DADA
/1/
Puasa datang bukan sebagai undangan sunyi
yang menyelip di sela napas
mengajari perut membaca sabar
Lapar bukan lubang nganga, hanya celah kecil
tempat cahaya lindap menyelinap
tanpa perlu izin persetujuan dari logika
Haus bukan derita
ia guru yang tak banyak bicara
menghapus riuh yang menumpuk di lidah
menyisakan dzikir yang tak terdengar, tapi terasa
Kita menanggalkan siang
seperti melepas sepatu berdebu
lalu berjalan tanpa alas kaki
di halaman jiwa sendiri
Di sana, Tuhan tidak berteriak
Ia hanya menunggu
kita berhenti ribut dengan diri sendiri
/2/
Malam tumbuh perlahan
seperti doa yang tidak tergesa
dan langit membuka lipatan-lipatannya
dengan sabar yang tak pernah habis
Ada rindu yang tak bisa dijelaskan
rindu yang tidak mencari alamat
ia tahu ke mana harus pulang
meski kita sering tersesat di dunia sendiri
Malam seribu bulan itu
bukan tentang sekadar angka yang berlipat-lipat
tapi tentang hati yang akhirnya mau dilipat
dirapikan dan diserahkan tanpa syarat
Di antara bintang-bintang
yang tampak seperti tasbih berserakan
kita belajar membilang
bukan pahala
melainkan rahmat yang tak sempat kita sadari
Dan sunyi lantas menjadi sahabat
bukan karena ia hampa
justeru ia penuh
oleh kehadiran malaikat tak terlihat
/3/
Puasa mengajarkan
bahwa kehilangan sementara
adalah cara paling jujur
untuk menemukan yang abadi
Kita kehilangan air di siang hari
agar tahu betapa setetes pun adalah karunia
Kita kehilangan kenyang
agar mengerti: cukup itu bukan soal jumlah
Kita kehilangan kata-kata
agar sadar
betapa seringnya kita berisik
namun tanpa makna
Lalu malam datang
membawa kita pada sebuah rahasia
bahwa Tuhan tidak jauh-jauh
kitalah yang terlalu gaduh untuk mendengar-Nya
terlalu sok sibuk untuk membaca kalam suci-Nya
Dalam sujud yang tak perlu disaksikan siapa-siapa
dalam doa yang bahkan kita kerap lupa urutannya
ada pertemuan yang tak bisa dijelaskan
seperti laut yang akhirnya memeluk muara
/4/
Maka jika rindu itu datang
jangan buru-buru diusir
Biarkan ia duduk di sampingmu
menjadi tamu yang mengingatkan
bahwa kau pernah jauh
Dan jika malam seribu bulan itu
tak sempat kau jumpai
atau bahkan tak juga kau kenali
jangan bersedih
sebab ia sering menyamar
di setiap malam yang kau jaga dengan ikhlas
Puasa bukan tentang kuat menahan
tapi tentang lembut menerima
bahwa kita ini kecil
dan justru di situlah luasnya kasih Tuhan
Jangan risau apalagi galau
sebab yang kau cari
bukan di luar sana
melainkan di ruang hening
yang selama ini kau hindari
Di situlah
lapar menjadi cahaya
haus menjadi doa
dan rindu
menjadi jalan pulang yang paling setia
Cilacap, 29 Ramadhan 1447 H / 19 Maret 2026
Tiada ulasan:
Catat Ulasan