SEBUAH PESAN
Sahbuddin
Dg. Palabbi
Untuk
memecahkan sandi tersebut, Rina meminta bantuan temannya yang seorang ahli
kriptografi. Namanya, Rudi. Ia menghubungkan angka-angka yang tertera di sana
dengan tanggal-tanggal penting dalam hidup profesor.
Setelah
mencoba berbagai kemungkinan, Rudi akhirnya berhasil memecahkan sandi rahasia
itu. Ia lalu memasukkan sandi itu ke suatu program yang dapat menerjemahkan
angka-angka menjadi sebuah pesan tersembunyi. Pesan itu berbunyi:
"Saya
tahu siapa yang membunuh saya. Namanya adalah ... "
Rudi
terkejut membaca nama yang tertulis di akhir pesan. Ia tidak percaya bahwa
orang itu adalah pembunuhnya. Ia segera menelepon Rina untuk memberitahukan
hasil temuannya. Namun, sebelum ia bisa mengucapkan apa-apa, terdengar suara
letusan di ujung telepon. Ia berteriak memanggil Rina, tetapi tidak ada
jawaban.
Rudi
menyadari bahwa ia telah terlibat dalam sebuah konspirasi besar yang melibatkan
orang-orang berpengaruh. Ia harus melarikan diri sebelum pembunuh menemukannya.
Tanpa menunda-nunda, Rudi langsung mengambil laptop, kertas sandi dan sebuah
pistol dari dalam laci. Kemudian, ia bergegas meninggalkan rumahnya.
Di
luar, ia melihat sebuah mobil hitam sedang menunggunya di depan rumah.
Seseorang berpakaian setelan jas hitam keluar dari mobil itu.
Dorr….
Rudi
berusaha menghindar, namun terlambat. Sebutir peluru berhasil menembus dadanya.
Badannya limbung ke tanah.
Samar-samar,
Rudi masih melihat si penembak membuka topengnya. Wajahnya tersenyum
menyeringai melihat Rudi meregang nyawa. Ia adalah orang yang sama dengan nama
yang tertulis di pesan sandi.
Orang itu adalah… kamu.
Ya kamu, yang sedang membaca tulisan ini.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan