Jumaat, 20 Jun 2025

HUJAN DI HUJUNG TABAH

 HUJAN DI HUJUNG TABAH

Karya :  Nurul Afifah Binti Rahim


Di bumi Felda, langit sering kelabu,

Hujan turun bukan sekadar rintik pilu.

Ia membawa cerita yang tak semua tahu—

Tentang anak kecil, dan impian yang tak pernah layu.


Di balik jendela kayu yang retak,

Seorang ibu berdoa dalam sujud yang tegak.

Ayah bertarung di ladang berselut pekat,

Demi sesuap nasi, demi masa depan yang berkat.


Aku membesar dalam hujan—

Bukan hanya yang turun dari langit,

Tapi juga hujan ejekan,

Dan dingin pandangan yang sempit.


Namun hujan mengajar aku sabar,

Menadah takdir dalam tenang yang benar.

Buku dan pena menjadi bahtera,

Mengharung deras hidup tanpa bicara.


Aku belajar menulis dari luka,

Menjadi pujangga dari derita.

Kerana setiap titis hujan di bumi Felda,

Adalah tinta dari langit yang mencipta jiwa.


Hari ini aku bukan siapa-siapa,

Tapi aku tahu dari mana aku bermula.

Dan hujan, wahai hujan yang setia,

Kaulah saksi, kaulah teman di setiap langkahku yang berharga.




Biodata Penulis







Nurul Afifah Binti Rahim


Nurul Afifah Binti Rahim dilahirkan di Negeri Kelantan. Berminat dalam bidang penulisan sejak bangku sekolah lagi. Berkidmat sebagai seorang guru di Sekolah Kebangsaan (FELDA) Lepar Utara 1 Jerantut, Pahang Malaysia.

+6012-9828069

Selasa, 17 Jun 2025

GALAU

 GALAU 

Karya: Ju-Ann



Hari berlalu tanpa makna

seperti angin melintasi jendela

dingin sepi tak diundang

Aku berdiri di hiruk pikuk

namun sepi bersarang di dada

Pagi menyapa tanpa mesra

kopi tak lagi terasa pahit atau manis


Ada rasa terlalu dalam

untuk diubah jadi suara

hanya mampu diam

mengendap di ruang jiwa

menunggu ditumpahkan

pada selembar kertas kosong

atau bait puisi penuh makna


Diam bukan lemah

tapi cara jiwa bertahan

tenang walau rapuh

Kata-kata ingin keluar

teman dalam sunyi

hanya hati yang mengerti


Manusia datang silih berganti

dengan topeng kata

senyum kepuraan

Ada yang menuntut

ada yang melukai

jarang yang mengerti

Aku penat menjadi pelindung

menadah emosi bukan milikku

mengisi harapan tak kupinta

sedang hati sendiri

retak tanpa suara


Malam bukan tempat istirahat

ia cuma tirai gelap

menyembunyikan tangis

resah di balik kelopak mata tertutup


Aku ingin diam sejenak

melarikan diri dari segala nama

menjadi siapa siapa pun tidak

asal masih dapat merasa

aku ini manusia


Namun esok tetap menjelang

dan aku harus berpura lagi


Kadangkala kugerakkan jemari

menulis untuk diriku sendiri

sebab di situlah penyembuhan bermula


Nukilan 

Ju-Ann

Keningau,Sabah

13/6/2025.


Ahad, 15 Jun 2025

Tema Bulan Ini


 

Tema Minggu ini


 

TIGA KARYA TERBAIK MINGGUAN

Karya terbaik mengikut tema.
Tema: Buruh/Hari Pekerja
Tarikh: 01-13 Mei 2025





 

HUJAN YANG TAK PERNAH LUPA

 HUJAN YANG TAK PERNAH LUPA

Karya: Ahmad Noh


Hujan datang tanpa diundang

bagai pesuruh langit 

rahmat kurniaan Pencipta

mengirimkan titis bening ke pipi dunia

mereda hangat suhu kehidupan


Di kota batu itu

ada mata basah bukan kerana hujan

tapi jerih perjalanan

yang larut bersama bau sampah

tika waktu terus melimpah

tanpa siapa menyambut dengan selimut


Hujan bukan hanya air 

ia adalah salam dari langit

mengusap luka-luka dunia 

yang berdarah diam

dalam kota yang lupa

bahawa kemanusiaan itu

sepatutnya tidak memilih tempat berteduh.


Ahmad Noh

TSMA Kuantan,Malaysia.

14 Jun 2025

Ahad, 8 Jun 2025

SENANDUNG MAWAR DALAM RINAI YANG SUNYI

Senandung Mawar dalam Rinai yang Sunyi

Karya: Shizuka Fuji 

Tatkala rinai menyapa dalam sunyi , aku mengenang kisah memadu kasih bersamanya 

Bergetar hatiku bila mengingat perbualannya

Ia ibarat setetes rinai yang menyejukkan hatiku 

Aku bersenandung untuknya dalam sunyi 


Ingin rasanya aku menyulamnya menjadi mawar yang merekah di istana kecilku 

Kugoreskan embun yang menetes pada celah pandang

Lantas mataku menrawang pada goresan itu 

Seolah – olah kau hadir menyapa di sela embun 


Aku dekap malam dengan menggugurkan linangan air mata 

Aku tak sesedih itu

Hanya saja aku mencintai dan merindukannya

Bisikan angin yang lengang tak membawa kabar tentangnya


Aku masih menantinya dalam hening dan kesyahduan di istana kecil

Meskipun cintaku sendu 

Aku bermadah pada pemilik semesta , semoga ia masih selamat 

Kupasrahkan pada-Nya rasa rindu tersebut meskipun langit kelabu menjadi teman



Biodata Penulis


  Shizuka Fuji menekuni kepenulisan semenjak sekolah memengah pertama, ia mulanya tertarik menulis puisi dan cerpen. Ia juga aktif mengikuti perlombaan, menulis bersama serta tergabung ke dalam komunitas kepenulisan dan literasi untuk memperluas wawasan dan relasi. Baginya, menulis adalah kenangan hidup yang dapat memberi manfaat bagi orang lain . 

Nomor WA : +6281575388683

PENGURUS TERBAIK

 Pengurus TERBAIK bulan Mei.

Tahniah!!!




HASRAT TERPENDAM


Hasrat Terpendam

Karya: Zulbahri Hussin


Ku simpan hasrat

di lubuk hati

diam terbenam dalam

tiada siapa yang tersangka

nadi berdetik menyengat jiwa


Sebelah tangan

tepuklah sekuat hati

mustahil akan berbunyi

namun hatiku bahagia

cinta dalam khayalan,kasihku meliputi semesta


Sukar berterus terang

meluahkan ketelusan hati

nanti kau bilang aku sengaja menyorong wajah

aku malu sendiri


Percayalah

suatu hari nanti

akan ku pamir jua

hamparan cinta murni

biar dunia mengetahui.


Zulbahri Hussin

Kuantan Pahang Malaysia

31 mei 2025




SEBUAH PESAN Karya : Sahbuddin Dg. Palabbi

  SEBUAH PESAN Sahbuddin Dg. Palabbi Rina, seorang jurnalis investigasi. Ia sedang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan misterius. Korbanny...

Carian popular