Ahad, 16 Mac 2025

KETABAHAN SANG PEJUANG

 Ketabahan Sang Pejuang

Karya : Nurul Afifah Binti Rahim


Di ufuk timur mentari merekah,

Menyinar redup di dada resah,

Langkah diatur, hati pasrah,

Meniti nasib di lorong susah.


Angin menderu membawa khabar,

Duka dan lara bersilih edar,

Namun jiwa takkan gentar,

Bagai karang dihempas gelombang besar.


Kesabaran bagai purnama megah,

Menanti sinar di hujung lelah,

Biar derita menguji madah,

Keteguhan hati tak mudah rebah.


Wahai pejuang, teguhlah dikau,

Takdir tersurat usah diragu,

Setiap luka penghapus pilu,

Esok menjelang membawa restu.


Rantau Panjang, Kelantan

15/3/2025

DALAM RENYAI WAKTU

DALAM RENYAI WAKTU 

Karya: Kims Diwa


Di balik kabut merungkai kalbu 

akar letih menggenggam tanah 

dalam likat lumpur yang diam 

pohon tua mengaduh sendiri


Laut tenang menyimpan keliru 

pasir yang bisu menadah resah 

ombak sesal menghempas 

sunyi karang menahan 

pahit luka yang 

mengasah


Rajawali menongkah mendung 

sayapnya robek menampung derita 

badai menyergap mencarik paruh 

namun luka itulah yang menajamkan 

terbangnya


Dedaun gugur di hamparan waktu 

bukan sekadar rebah di tanah 

tetapi bersila di dalam akar 

menjadi baja bagi tunas 

yang terluka

batu di arus meriba getir 

diasak deras tak mengenal henti 

diam bukan pasrah yang mati 

ia adalah sabar yang 

menanti sunyi


Langit gelita menggenggam gelisah 

malam membalut luka tanpa suara 

tetapi fajar bukan sekadar cahaya 

ia adalah tangan yang 

menjemput pulang


KIMS DIWA 

Telupid, Sabah 

15/3/2025

Sabtu, 15 Mac 2025

Tajalli Ketabahan di Serambi Ramadhan

Tajalli Ketabahan di Serambi Ramadhan

Karya: Nelly Amalia


Di serambi cahaya, Ramadhan mengetuk,

membawa kisah ketabahan nan agung.

Duhai jiwa yang digeluti lapar,

duhai raga yang diterpa dahaga,

sabarlah, sebab di ujung senja,

ada embun rahmat menitik dari singgasana langit.


Lihatlah fajar yang bersujud,

melukis khusyuk di cakrawala,

sementara angin berzikir di dada bumi,

membisikkan makna puasa yang syahdu.

Ini bukan sekadar menahan dahaga,

bukan pula sekadar membendung lapar,

melainkan perjalanan ruh menuju mihrab-Nya.


Malam menabur bintang-bintang takdir,

gelapnya bukan sunyi, tapi rahasia,

di sepertiga malam yang bersayap cahaya,

hamba-hamba rindu menangis dalam doa.

Sujud yang tulus menjadi anak tangga,

menuju samudra ampunan yang tak bertepi.


Wahai insan yang ditempa Ramadhan,

biarkan ujian ini menjadi suluh,

biarkan luka menjadi syair kesabaran,

sebab di balik perih ada perjamuan Ilahi.

Dan kelak, saat takbir membelah angkasa,

kau akan tersenyum di pelataran kemenangan,

sebab ketabahanmu telah menjelma cahaya.




PAWAKA JIWA

 PAWAKA JIWA

Karya: Alvineus Wilster



Dalam gelita tak berpelita

Kuteguhkan nubari menongkah derita

Badai menghempas, gelora menggil

Pawaka  jiwa kekal membara


Benih sabar di tanah gersang

Dicurah hujan keyakinan nan  tenang 

Taufan dan petir ganas menguji

 Tetap subur, tetap bernafas


Ketabahan melakar wira di dada

Tak mudah goyah dek kata nista 

Meski duri menikam langkah 

Semangat tetap menjulang megah


Hidup bukan sekadar samar bayangan 

Hidup adalah perjuangan tiada hentiB

Berbekal sabar dan tabah di sisi 

Kita berdiri tetap bertahan sampai akhirnya


Telupid, Sabah

15/03/2025




MENUNGGU HUJAN REDA

Menunggu Hujan Reda

Karya: Abby Vancel



kelak, angin akan menyusut dalam lipatan waktu

hujan yang turun tanpa jeda akan beringsut pergi

dan kau, yang berdiri di tepi senja,

akan tahu bahwa segalanya hanya soal menunggu


daun-daun yang luruh pun paham

bahwa jatuh bukan akhir dari segalanya

bahwa angin tak pernah tergesa

membawa mereka ke tanah yang setia


maka biarkan saja waktu

menjahit luka dengan benang embun

membiarkan pagi menyusup pelan

ke dalam dadamu yang basah oleh penantian


karena tak ada yang lebih tabah

dari hati yang rela menunggu

tanpa bertanya kapan reda

tanpa ragu pada apa yang akan datang


Jakarta, Medio Maret 2025

MENGIKHLASKAN CATATAN TAKDIR

Mengikhlaskan Catatan Takdir

Karya: Jcka Daily



Daun melambai-melambai

dari ranting pilu  tercerai

bungkam lubuk sanubari

air jernih mencium pipi


Dipukul ganas onak duri

tidak kujemput racun badai

datang bagai mimpi ngeri

mengigit jiwa yang damai


kulangitkan doa-doa pada Ilahi

catitan takdir harus ditempuhi

Dia memelukku segunung janji

tersimpul kesabaran dalam hati


Aku redha ikhlaskan diri

agar dapat lebih mencintai

rencana-Nya itu sungguh suci

hadiah indah dinikmati nanti


Jcka Daily
Penampang, Sabah
Malaysia

SECEBIS KERINDUAN PADA-NYA

SECEBIS KERINDUAN PADA-NYA

Karya: Jcka Daily


Mendongak ke langit cerah menyinari

hidup dipenuhi belenggu dosa dicari

menambat hati lupa ajaran suci

membibit buas lubuk kalbu terkunci


Dosa pasti menari di pentas dunia

seperti duri mencucuk diri sia-sia

ikut rentak lagu gromofon sumbang

hanyut dalam lautan kian gersang


Seperti mata buta kehilangan pelita

secebis kerinduan pada-Nya dipinta

pengampunan mengetuk jiwa seksa

perlahan meruntuhkan tembok dosa


Bersujudlah mohon keampunan-Nya

kembali setia memancarkan cahaya

belas kasihan-Nya tak pernah pudar

tumbuh subur seperti bunga mekar


Jcka Daily

Penampang, Sabah, Malaysia

7 Maret 2025

Rabu, 12 Mac 2025

KEMBALI PADA-MU

Kembali pada-Mu

Oleh: Umi Hanin 



Di sudut malam yang hening

kususun doa dari sisa-sisa kelam

luka-luka yang kutoreh sendiri

menjadi jejak panjang di peta penyesalan


Langkahku berat

bebanku pekat

dosa-dosa menggelayut di dada

seperti bayang yang tak mau lepas

menghantui setiap helaan nafas


Namun Kau

seperti fajar yang tak pernah lelah datang

seperti laut yang tak bosan memeluk ombak

menungguku pulang

menantiku sadar


Tuhan,

adakah ruang tersisa di langit ampunan-Mu?

Jika air mata ini tak cukup mencuci noda

ajarkan aku caranya kembali...


Tangerang, 11 Maret 2025

SEJAUH LANGIT SEDALAM SAMUDRA


Sejauh Langit  Sedalam Samudra

Karya : Agustina Rahman



Sejauh langit merangkum senja
Kutitip rindu di sepi  syahdu
Waktu berbisik menabur nestapa
Namun sabar merekah tanpa retak


Sedalam samudra merangkul gelisah
Ombak menggemuruh, tak luruh jua
Kupintal tabah di tenun pasrah
Menanti fajar di ufuk asa


Angin merintih mendekap yang sirna
Daun-daun gugur tanpa suara
Sabar bukan sekadar menanti
Tetapi melangkah meski  renta


Sejauh langit memeluk mimpi
Sedalam samudra menyimpan damai
Kurajut harap di benang sunyi
Menyongsong takdir dalam cahaya semesta


Makassar, 12 Maret 2025        

         

BIONARASI


Hj. Agustina, S.Pd., M.Pd.  Lahir di Lemoa, Kab. Gowa Sulawesi Selatan, 10 Agustus 1975. Pendidikan terakhir S2 di Universitas Muhammadiyah Makassar. Mengajar di MAN 2 Kota Makassar. Fasilitator Provinsi PKB Guru mapel Bahasa Indonesia 2021-2024 dan Penulis Modul PKB Guru 2023 pada Kementerian Agama. Antologi Cerita Mistis/Horor (2024), Novel Sepenggal Kisah Kehidupan (2024),  Pentigraf Kanvas Kata Penuh Warna (2024), Antologi Jejak Masa Riuh Kenangan (2025), dan aktif menulis Puisi di Blog KGS.


SEBUAH PESAN Karya : Sahbuddin Dg. Palabbi

  SEBUAH PESAN Sahbuddin Dg. Palabbi Rina, seorang jurnalis investigasi. Ia sedang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan misterius. Korbanny...

Carian popular