Isnin, 15 September 2025

 Harumnya Udara Musim Semi 

By Widia Putri Darmila


Bunga-bunga bermekaran

Menghiasi bumi dengan warna

Sinar matahari yang hangat

Menghangatkan jiwa yang dingin


Di musim semi, aku merasa 

Hidup yang baru dan penuh harapan

Kehangatan yang menyebar 

Membuat jiwa merasa damai


Angin yang berhembus lembut

Membawa aroma tanah yang lembab 

Musim gugur, musim perubahan

Membuatku merasa reflektif


Di musim gugur, aku merasa

Hidup yang singkat dan berharga

Setiap momen dinikmati

Sebelum waktu berlalu pergi 


Indonesia, 13 September 2025


Hai, hallooooo. 

Salam kenal saya Widia Putri Darmila, lebih akrab nya di panggil uwid, Tidak ada yang spesial di diri sang penulis ini, Hanya saja yang perlu di ketahui bawa penulis sangat menyukai tantangan. Sesekali dia berkerja menjadi admin event, penanggung jawab event, owner penerbi dan leader olshop. Temui dia di instagram @wiaputt.

Thank you

 Hangatnya Cinta Kita

By Widia Putri Darmila


Di dalam pelukanmu, aku merasa

Hangatnya cinta yang tak terhingga

Suhu hatimu yang hangat

Membuatku merasa aman dan nyaman


Api kecil di tengah musim dingin

Menyinari wajah lelahmu

Menyambut jiwa yang dingin

Menghangatkan hati yang gundah


Sinar matahari di pagi yang cerah

Membuat dunia terasa lebih cerah 

Kehangatan yang datang dini

Membuat hidupku terasa bermakna


Kita berbagi kehangatan

Di setiap momen yang kita lalui

Hangatnya cinta kita

Membuat hidup terasa lebih indah


 Indonesia, 13 September 2025


Hai, hallooooo. 

Salam kenal saya Widia Putri Darmila, lebih akrab nya di panggil uwid, Tidak ada yang spesial di diri sang penulis ini, Hanya saja yang perlu di ketahui bawa penulis sangat menyukai tantangan. Sesekali dia berkerja menjadi admin event, penanggung jawab event, owner penerbi dan leader olshop. Temui dia di instagram @wiaputt.

Thank you

 Hati Yang Terhubung 

By Widia Putri Darmila 


Dua hati yang terhubung

Saling mengerti, saling mendukung

Dalam suka dan duka

Kita jalani hidup bersama


Kenangan manis terukir indah

Tawa dan air mata menjadi cerita

Sahabat sepertimu, tak lekang waktu

Selalu ada di sampingku


Engkau teman dalam suka dan duka

Menjadi sandaran dan tempat berbagai

Kita menjalani hidup bersama

Dengan tawa, air mata, dan kenangan


Kenangan manis terukir

Tawa dan air mata menjadi cerita

Sahabat sejati, tak lekang waktu

Selalu ada di sampingku.


Indonesia, 12 September 2025


Hai, hallooooo. 

Salam kenal saya Widia Putri Darmila, lebih akrab nya di panggil uwid, Tidak ada yang spesial di diri sang penulis ini, Hanya saja yang perlu di ketahui bawa penulis sangat menyukai tantangan. Sesekali dia berkerja menjadi admin event, penanggung jawab event, owner penerbi dan leader olshop. Temui dia di instagram @wiaputt.

Thank you

 Hati Yang Menyatuh

By Widia Putri Darmila 


Kita tidak terikat dengan darah 

Tapi kita terikat dengan batin yang kuat 

Saling mengerti, dan saling menyayangi satu sama lain, 


Menjadi sahabat yang seperti

Saudara kandung,Dalam suka dan duka, 

kita berdiri bersama Saling mendukung, 

Sering memberikan semangat


Kita adalah sahabat, yang sehati 

Dan sejiwa yang indah dan abadi, kita akan menjadi sahabat, yang tak pernah terpisahkan, 


Aku senang memiliki sahabat

Seperti kamu yang selalu ada, 

Dalam setiap langkahku dan

Selalu mendampingiku. 


Indonesia, 13 September 2025


Salam kenal saya Widia Putri Darmila, lebih akrab nya di panggil uwid, Tidak ada yang spesial di diri sang penulis ini, Hanya saja yang perlu di ketahui bawa penulis sangat menyukai tantangan. Sesekali dia berkerja menjadi admin event, penanggung jawab event, owner penerbi dan leader olshop. Temui dia di instagram @wiaputt.

Thank you

Dua Hati Satu Jiwa

By Widia Putri Darmila 


Di Sampingku, Engakau selalu

Menjadi Sandaranku berkeluh kesah, 

Saat suka maupun duka, saat ku 

Terjatuh terurai tawa dan air mata. 


Kita bagaikan kembaran 

Dalam ikatan satu batin, berjalan 

Seiring waktu, dalam setiap 

langkah canda dan tawa. 


Tangis menjadi saksi bisu, 

Dalam  Pedih nya perpisahan ini, 

Kau pergi tak kan kembali, persahabatan kita akan abadi. 


Kita bertemu di dunia lain

Dan akan tetap menjadi sahabat sejati, dalam perjalanan waktu terus berputar, Kita bercerita pada pengalaman hidup


Sahabat seperti kamu, 

Dalam setiap langkah kita akan bersama, 

Bersama dalam kehidupan menjadi sahabat sejati yang tak akan terpisahkan.


Indonesia, 13 September 2025


Salam kenal saya Widia Putri Darmila, lebih akrab nya di panggil uwid, Tidak ada yang spesial di diri sang penulis ini, Hanya saja yang perlu di ketahui bawa penulis sangat menyukai tantangan. Sesekali dia berkerja menjadi admin event, penanggung jawab event, owner penerbi dan leader olshop. Temui dia di instagram @wiaputt.

Thank you

Ahad, 14 September 2025

 Doa teruntuk Palestina

Karya: Nani


Ya Allah

Pada Engkau kami berserah

Doa kami tak pernah putus

Harapan kami tak pernah pupus


Ya Allah yang Maha dahsyat

Turunkanlah rahmat dan mukjizat

Untuk saudara-saudara kami yang dihujat

Percayalah nanti sengsara kan berbuah nikmat


Ya Allah Yang Maha Kuasa

Dibalik nestapa pasti ada asa

Tiada mustahil bagi pencipta semesta

Kebebasan kan nampak di ujung mata


Do'a kami tak pernah henti

Hingga jiwa raga mati


~nani`

 Free Palestina

Karya: Nani

Palestina penuh rintihan

Dalam dunia kemunafikan

Teriakan kebebasan dikubur

Manusia pongah dan kufur


Tapi Palestina insan yang tak pernah lelah

Nyanyian lara nestapa kehendak Allah

Doa dan asa tak pernah putus

Hingga angkara dan dajjal remuk pupus


Yakinlah murtad kan lelah sendiri

Bertahan berjuang mengkebiri

Tak sadar mencipta laknat

Tunggulah balasan pada nanti kiamat


~nanj`

Barito Selatan, 10 September 2025

 TANGISNYA

Karya: Riyan Rana

Tangis itu tak keluar dari mata ia merembes dari reruntuhan Gaza, menyelinap lewat kawat berduri, mengikuti jejak tank di jalan sekolah, menyeret boneka yang tak lagi punya pemilik.


Tangis itu tak bersuara hanya bergema dari rumah yang runtuh, dari ambulans yang menembus tumpukan tulang, dari toa masjid yang retak, dari mushaf yang terbakar bersama malam.


Satu luka menyalakan seribu perih. Satu duka menyalakan semesta derita. Di tenda pengungsian, ada ayah yang menelan doanya sendiri, ada anak yang menatap roti seperti menatap mimpi, ada setetes air yang lebih berharga dari emas.


Wahai engkau, penjaga cinta di langit yang pecah oleh bom, percayalah meski dunia menutup mata, meski bumi ini jadi penjara tanpa kunci, tangismu adalah taman rahasia tempat surga disemai dari tubuhmu yang berserakan.


Tak ada tangis yang sia-sia. Setiap tetes suara adalah saksi, bahwa bumi pernah disirami darah sabar, bahwa langit pernah menggendong ruh-ruh syahid.


Di tanah itu, jeritan adalah jantung berdenyut di balik kabut mesiu, tak pernah hilang, bahkan ketika dunia kehilangan kata-kata.



Pantura Madura, 13/09/2025

Suara dari Kubur yang Hidup

Karya: Nelly Amalia




Malam di tanahmu, Palestina,

 bukanlah malam

ia adalah kuburan terbuka, 

dipenuhi tubuh kecil yang belum sempat dewasa, 

ibu-ibu yang tak sempat menutup mata anaknya, 

ayah-ayah yang terhenti di antara doa dan peluru.


 Jeritanmu bukan lagi suara, 

ia berubah menjadi sungai darah yang mengalir menembus batu, menyeret doa-doa ke dalam kegelapan, 

dan membuat langit menangis dengan air mata yang berbau mesiu.


 Aku melihat bayi yang terlelap, 

bukan di buaian, 

tetapi di pelukan maut. 


Aku mendengar takbir bergema, 

bukan dari masjid, 

tetapi dari tenggorokan yang dipaksa bisu oleh debu. 


O, Palestina… betapa tragis engkau dijadikan panggung, 

di mana kemanusiaan disalib, 

dan dunia menonton tanpa gemetar. 


Setiap rumahmu runtuh seperti doa yang patah, 

setiap tubuhmu rebah seperti ayat yang dicabut paksa, 

dan setiap tangisanmu menjadi gema yang mengoyak dada, menorehkan rasa cemas yang tak mampu diusir oleh waktu. 


Apakah dunia menutup matanya? 

Atau nurani telah mati sebelum ditembakkan? 

Karena deritamu begitu nyata,

 namun terasa bagai mimpi buruk yang tak ingin diakui siapa pun.


 Suara untukmu, 

Palestina, 

adalah ratapan yang tak sanggup padam, 

adalah darah yang menulis sejarah di pasir, 

adalah kengerian yang membuat manusia merinding setiap kali mengingat betapa keadilan bisa sehening kubur.


2025

SEBUAH PESAN Karya : Sahbuddin Dg. Palabbi

  SEBUAH PESAN Sahbuddin Dg. Palabbi Rina, seorang jurnalis investigasi. Ia sedang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan misterius. Korbanny...

Carian popular