Ahad, 14 September 2025

 Doa teruntuk Palestina

Karya: Nani


Ya Allah

Pada Engkau kami berserah

Doa kami tak pernah putus

Harapan kami tak pernah pupus


Ya Allah yang Maha dahsyat

Turunkanlah rahmat dan mukjizat

Untuk saudara-saudara kami yang dihujat

Percayalah nanti sengsara kan berbuah nikmat


Ya Allah Yang Maha Kuasa

Dibalik nestapa pasti ada asa

Tiada mustahil bagi pencipta semesta

Kebebasan kan nampak di ujung mata


Do'a kami tak pernah henti

Hingga jiwa raga mati


~nani`

 Free Palestina

Karya: Nani

Palestina penuh rintihan

Dalam dunia kemunafikan

Teriakan kebebasan dikubur

Manusia pongah dan kufur


Tapi Palestina insan yang tak pernah lelah

Nyanyian lara nestapa kehendak Allah

Doa dan asa tak pernah putus

Hingga angkara dan dajjal remuk pupus


Yakinlah murtad kan lelah sendiri

Bertahan berjuang mengkebiri

Tak sadar mencipta laknat

Tunggulah balasan pada nanti kiamat


~nanj`

Barito Selatan, 10 September 2025

 TANGISNYA

Karya: Riyan Rana

Tangis itu tak keluar dari mata ia merembes dari reruntuhan Gaza, menyelinap lewat kawat berduri, mengikuti jejak tank di jalan sekolah, menyeret boneka yang tak lagi punya pemilik.


Tangis itu tak bersuara hanya bergema dari rumah yang runtuh, dari ambulans yang menembus tumpukan tulang, dari toa masjid yang retak, dari mushaf yang terbakar bersama malam.


Satu luka menyalakan seribu perih. Satu duka menyalakan semesta derita. Di tenda pengungsian, ada ayah yang menelan doanya sendiri, ada anak yang menatap roti seperti menatap mimpi, ada setetes air yang lebih berharga dari emas.


Wahai engkau, penjaga cinta di langit yang pecah oleh bom, percayalah meski dunia menutup mata, meski bumi ini jadi penjara tanpa kunci, tangismu adalah taman rahasia tempat surga disemai dari tubuhmu yang berserakan.


Tak ada tangis yang sia-sia. Setiap tetes suara adalah saksi, bahwa bumi pernah disirami darah sabar, bahwa langit pernah menggendong ruh-ruh syahid.


Di tanah itu, jeritan adalah jantung berdenyut di balik kabut mesiu, tak pernah hilang, bahkan ketika dunia kehilangan kata-kata.



Pantura Madura, 13/09/2025

Suara dari Kubur yang Hidup

Karya: Nelly Amalia




Malam di tanahmu, Palestina,

 bukanlah malam

ia adalah kuburan terbuka, 

dipenuhi tubuh kecil yang belum sempat dewasa, 

ibu-ibu yang tak sempat menutup mata anaknya, 

ayah-ayah yang terhenti di antara doa dan peluru.


 Jeritanmu bukan lagi suara, 

ia berubah menjadi sungai darah yang mengalir menembus batu, menyeret doa-doa ke dalam kegelapan, 

dan membuat langit menangis dengan air mata yang berbau mesiu.


 Aku melihat bayi yang terlelap, 

bukan di buaian, 

tetapi di pelukan maut. 


Aku mendengar takbir bergema, 

bukan dari masjid, 

tetapi dari tenggorokan yang dipaksa bisu oleh debu. 


O, Palestina… betapa tragis engkau dijadikan panggung, 

di mana kemanusiaan disalib, 

dan dunia menonton tanpa gemetar. 


Setiap rumahmu runtuh seperti doa yang patah, 

setiap tubuhmu rebah seperti ayat yang dicabut paksa, 

dan setiap tangisanmu menjadi gema yang mengoyak dada, menorehkan rasa cemas yang tak mampu diusir oleh waktu. 


Apakah dunia menutup matanya? 

Atau nurani telah mati sebelum ditembakkan? 

Karena deritamu begitu nyata,

 namun terasa bagai mimpi buruk yang tak ingin diakui siapa pun.


 Suara untukmu, 

Palestina, 

adalah ratapan yang tak sanggup padam, 

adalah darah yang menulis sejarah di pasir, 

adalah kengerian yang membuat manusia merinding setiap kali mengingat betapa keadilan bisa sehening kubur.


2025

Jumaat, 12 September 2025

 Tanah Gaza Penuh Duka

By Widia Putri Darmila


Tanah yang suci, tanah yang mulia

Dibumi Palestina, sejarah tercipta

Dari Nabi Ibrahim hingga Nabi Muhammad

Tanah yang diberkati, dan tanah yang dijanjikan


Gaza, kota yang penuh luka dan duka

Darah mengalir deras, air mata bercurahan

Bom jatuh dimana-mana

Jiwa yang tak bersalah menjadi korban


Ya Tuhan, berikan kekuatan untuk mereka 

Menghadapi kesulitan dan tantangan

Berikan mereka harapan dan semangat

Untuk terus berjuang dan tidak menyerah


Mereka berjuang, mereka melawan

Dengan hati yang teguh, dengan

Jiwa yang kuat, gaza, kota penuh harapan dan akan bebas dari penjajahan.


Indonesia, 14 September 2025


Hai, hallooooo. 

Salam kenal saya Widia Putri Darmila, lebih akrab nya di panggil uwid, Tidak ada yang spesial di diri sang penulis ini, Hanya saja yang perlu di ketahui bawa penulis sangat menyukai tantangan. Sesekali dia berkerja menjadi admin event, penanggung jawab event, owner penerbi dan leader olshop. Temui dia di instagram @wiaputt.

Thank you

Selasa, 2 September 2025

 LAUNGAN KEMERDEKAAN

Karya: Frediana Asmarah


Laungan merdeka jeritkan bersama

suara rakyat membelah angkasa

tiada lagi belenggu penjajah

bendera berkibar gagah di angkasa

lambang maruah bangsa merdeka.


Darah pejuang gugur di medan

api perjuangan takkan padam

jasanya harum sepanjang zaman

air mata saksi berharga 

pengorbanan suci tiada nilainya.


Pahlawan bangkit mengusir penjajah

merdeka datang hasil pengorbanan

tidak tercapai dengan kesenangan 

semangat juang membakar jiwa

menggenggam harapan bangsa tercinta.


Kini kita hidup bahagia

pertahankan maruah jangan leka

merdeka abadi selama-lamanya

laungan merdeka terus bergema

bangga gemilang kekal sejahtera.


SMK PENANGAH

27.8.2025

 PAHLAWAN YANG TAK TERLUPAKAN

Karya: Ryevialdino Haldan


Di bawah langit yang kelam

tatkala bumi dipijak penjajah angkuh

pahlawan berdiri dengan tekad membara

meski tubuh kurus senjata hanya sekadar cangkul dan parang tua.


Mereka bukan pejuang yang mencari nama

bukan juga wira yang menagih pujian

tetapi anak bangsa yang rela mati

demi tanah air bebas dari rantai perhambaan.


Pahlawan kami tahu deritamu

disiksa dipenjara dipukul tanpa belas kasihan

namun hatimu tetap utuh

cintamu pada tanah air lebih besar daripada luka yang membekas.


Hari ini kami berdiri di bumi yang bebas

bendera berkibar lagu merdeka bergema

tetapi di sebalik semua itu

ada kubur-kubur tanpa nama

ada roh-roh yang tersenyum dalam keabadian.


Wahai pahlawan tenanglah engkau di sana

pengorbananmu tidak pernah kami lupa

selagi nafas ini masih ada

Malaysia akan kami jaga

MERDEKA!.


SMK PENANGAH

27/8/2025

 JIWA KEMERDEKAAN

Karya:  Fyreazzila Misliyu


Darah pahlawan menyuburi tanah tercinta

jerit rakyat meruntuhkan tirai penjajahan

api perjuangan menyala tanpa padam

tulang dan keringat menjadi baja

jiwa bangsa berdiri tanpa tunduk.


Bendera megah berkibar di langit

langkah gagah mengisi nadi sejarah

air mata gugur menjadi permata

sumpah keramat terpahat di jiwa

merdeka abadi menyalakan cahaya bangsa.


Gunung tinggi menggaung suara perjuangan

sungai jernih menyimpan titis pengorbanan

tanah subur memeluk roh pejuang

langit biru menerima saksi merdeka

bangsa bersatu menjunjung amanah suci.


Esok terbentang dengan sinar kebebasan

harapan mekar di dada generasi

langkah berani merentas gelap penjajahan

suara merdeka menggetarkan seluruh bumi

kemerdekaan hidup dalam nadi bangsa.


FYREAZZILA MISLIYU

27/8/2025

 Suara Kemerdekaan

Karya: Filadelfiana Endrus 



Di bumi bertuah nan berdaulat

Tercatat sejarah darah dan perit

Pahlawan bangkit tanpa gentar

Menerjang musuh demi tanah air.


Jeritan merdeka menggema di angkasa

Membangunkan jiwa yang lama terikat

Rantai penjajah hancur berkecai

Bangsa merdeka teguh berdiri.


Wahai tanah air, bumi keramat

Di ribamu tumpah darah pekat 

Pergorbanan jadi suluh abadi

Menerangi jalan generasi kini.


Merdeka bukan sekadar laungan

Tetapi janji dan tanggungjawab

Membina bangsa dengan keberanian

Mengangkat martabat dengan kesatuan.


Hari ini kami berdiri megah

Di bawah panji kemerdekaan nan gagah

Bersumpah setia sepenuh jiwa

Merdeka selamanya gemilang.



SMK PENANGAH 

27/ 08/ 2025

SEBUAH PESAN Karya : Sahbuddin Dg. Palabbi

  SEBUAH PESAN Sahbuddin Dg. Palabbi Rina, seorang jurnalis investigasi. Ia sedang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan misterius. Korbanny...

Carian popular