Ahad, 19 Julai 2026

ROTI GOSONG : Sahbuddin Dg. Palabbi

 

ROTI GOSONG

Sahbuddin Dg. Palabbi

 


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Waktunya sarapan sebelum berangkat kerja. Aku menuju ke dapur. Kubuka tutup saji, belum ada satupun hidangan di sana. Kulihat Bibi tengah menyapu lantai ruang tamu.

“Aargh… mana pagi ini ada meeting lagi di kantor, aku harus bergegas nih,” ketusku dalam hati.

“Bibi tolong buatkan aku roti bakar dong, yang cepat ya.”

“Baik Neng…”

Setelah menyiapkan panggangan dan rotinya, Bibi kembali melanjutkan pekerjaannya membereskan rumah. Aku kembali ke kamar menyiapkan perlengkapan ke kantor.

Sepuluh menit berlalu. Bibi belum kunjung tiba mengantarkan sarapan untukku. Aku kembali keluar kamar menuju dapur hendak memastikan.

Saat keluar kamar, tercium aroma gosong menguar memenuhi seluruh ruangan. Naluriku langsung menuju panggangan roti.

“Bibi….”

“Kenapa Neng?”

“Nih lihat…”

“Ya ampun maaf ya Neng.”

Dengan perasaan dongkol, kuambil roti yang hangus itu. Mendengar ribut-ribut di dapur, ibuku datang menghampiri.

“Ada apa ribut-ribut?”

Aku tak menyahut. Wajahku merengut sambil mengunyah roti yang terasa pahit di lidahku. Aku heran. Bukannya memarahi Bibi, ibu malah tersenyum sambil mengancungkan jempol ke arah Bibi.

Bibi yang tadinya ketakutan, ikut tersenyum sambil menutup mulutnya.

Sebelum berbalik meninggalkanku, ibu menepuk pelan bahuku.

"Lain kali bangun lebih pagi, ya."

Ibu dan Bibi lalu melengos pergi, meninggalkanku sendiri bersama roti yang gosong.

*****

 

Tiada ulasan:

ROTI GOSONG : Sahbuddin Dg. Palabbi

  ROTI GOSONG Sahbuddin Dg. Palabbi   Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Waktunya sarapan sebelum berangkat kerja. Aku menuju ke ...

Carian popular