Jumaat, 28 Februari 2025

Resah Kesendirian

RESAH KESENDIRIAN

Karya: Atarlinkga


Ratap rona nuansa malam

Secangkir kopi disudut kelam

Bias indah sinaran sang rembulan

Bulir berkaca dalam renungan


Rintihan hasrat bertamu

Dalam nyanyian nada sendu

gusar merambah segenap kalbu

Tirai malam sudut temu


Mengubur resah kesendirian

Berperang logika dan perasaan

Entah kemana membuang risau

kalut meronta karena sakau


Jerit rintih dinding keheningan

Deburan pantai isak tangisan

Muntahan hasrat segenap perasaan

Bernostalgia akan kebimbangan


Atarlinkga

Mentuda, 26 febuari 2025

Khamis, 27 Februari 2025

Puasa Dalam Cermin

 PUASA DALAM CERMIN

Karya: Abby Vancel



aku melihat diriku di kaca pagi ini

mataku masih sama, tanganku masih utuh

tapi di dalam dada ada yang bergetar pelan

seperti sunyi yang mencari tempat bersandar


di meja dapur, waktu berjalan lambat

cangkir teh berdiri sendiri, tak ada yang menyentuhnya

sebuah roti terdiam, menunggu takdirnya

sementara mulutku belajar untuk diam lebih lama


puasa adalah tentang menahan

bukan hanya lapar atau haus

tapi juga suara yang ingin terburu-buru

tangan yang ingin menggenggam lebih dari seharusnya

dan hati yang ingin menuntut dunia


sore nanti, aku akan menatap cermin lagi

mungkin mataku sedikit lebih redup

tapi aku berharap ada sesuatu yang jernih di sana

seperti embun yang perlahan jatuh, tanpa suara



Jakarta, Penghujung Februari 2025


BIONARASI

Abby Vancel adalah seorang penulis yang karya-karyanya sering kali mengangkat beragam tema. Sejak kecil, Abby telah terpesona oleh dunia sastra, dan mulai menulis cerita pendek dan puisi di masa remaja. Ia ingin menyampaikan kisah-kisah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah pemikiran pembacanya tentang kehidupan sehari-hari yang penuh dengan teka-teki dan makna tersembunyi.

Di Balik Cermin Ramadan

 Di Balik Cermin Ramadan

Karya : Agustina Rahman



Di balik cermin Ramadan

Kureguk bayang diri

Separuh cahaya menari, separuh bayang merintih

Tersapu debu waktu yang redup dalam kenangan


Angin sahur berbisik pelan

Menyiratkan dahaga yang lebih dari sekadar haus

Merintihkan lapar yang lebih dari sekadar perut kosong

Tentang hati yang tandus, tentang jiwa yang retak di batas sunyi


Kubaca wajah di cermin

Kerutnya bukan sekadar gurat usia

Tapi jejak nafsu yang pernah bertahta

Tapi sisa dusta yang masih membeku di ujung lisan


Kesucian Ramadan, bagai sungai yang jernih

Mengalir syahdu ke relung jiwa

Membasuh kesombongan yang membatu

Meluruhkan dosa-dosa yang mengerak di tepian sukma


Kini, bayang di cermin tak lagi berselimut gulita

Gelisah luruh bersama senja

Jingga meredup, yang tersisa hanya aku dan taubat

Bening berkilau dalam cahaya suci Ramadan



Makassar, 26 Februari 2025      

           

BIONARASI


Hj. Agustina, S.Pd., M.Pd.  Lahir di Lemoa, Kab. Gowa Sulawesi Selatan, 10 Agustus 1975. Pendidikan terakhir S2 di Universitas Muhammadiyah Makassar. Mengajar di MAN 2 Kota Makassar. Fasilitator Provinsi PKB Guru mapel Bahasa Indonesia 2021-2024 dan Penulis Modul PKB Guru 2023 pada Kementerian Agama. Antologi Cerita Mistis/Horor (2024), Novel Sepenggal Kisah Kehidupan (2024),  Pentigraf Kanvas Kata Penuh Warna (2024), Antologi Jejak Masa Riuh Kenangan (2025), dan aktif menulis Puisi di Blog KGS.


Selasa, 25 Februari 2025

Menanti Ramadan

 MENANTI RAMADHAN

Karya: Zulbahri Hussin

Salam Ramadhan

kita bersua lagi

kusambut kehadiran bulan penuh makna

cahaya keingsafan

menyirami malam


Ujian dan tentangan di harungi

kuharap kali ini

aku menjadi insan terpilih

mampu berperang dengan godaan


Salam Ramadhan

aku menantimu

memapah diri dengan tasbih

selawat,zikir.memuji kebesaran Mu Tuhan


Bulan beribadat memohon keampunan

peabdian diri menyerah jiwa raga

sujud kepada Yang Maha Esa


Ahlan Wasahlan Ya Ramadhan


Zulbahri Hussin

Kuantan Pahang

Renungan Puasa

RENUNGAN PUASA

Karya:Hartini Makli



Tuhanku… 

Malam ini berteman bulan,

Aku sujud menadah kasih, 

Puasa ini bukan sekadar bertahan,

Tetapi mengasuh jiwa dalam ujian.


Tuhanku… 

Lapar ini mengajar erti syukur, 

Dahaga ini menyingkap tirai sabar, 

Di sebalik peritnya menahan nafsu, 

Ada manisnya ketundukan kalbu.


Tuhanku… 

Aku lihat si miskin menghela nafas, 

Perut kosong tanpa keluh resah, 

Kini aku rasa derita mereka, 

Namun, apakah aku benar mengerti?


Tuhanku… 

Dalam sunyi subuh aku bermunajat, 

Dalam hening senja aku bersujud, 

Dari azan pertama ke detik berbuka, 

Hatiku merintih, jiwaku terbuka.


Tuhanku… 

Andai puasaku hanya lapar dan dahaga, 

Tanpa taubat, tanpa taqwa, 

Apa ertinya Ramadhan ini? 

Apa maknanya ibadah ini?


Tuhanku… 

Bimbing aku menuju cahaya-Mu, 

Agar puasaku bukan sekadar ritual, 

Tetapi sebuah perjalanan suci, 

Menuju redha, menuju hakiki.


Hartini Makli

Pitas, Sabah

25/2/2025

Renungan Si Miskin di Bulan Mulia

 

Renungan Si Miskin di Bulan Mulia

Karya: Hairul Hellas

 


Di lembayung Ramadan yang suci

Terpancar kisah si pengemis berdiri

Dengan roti dan kelapa ais di tangan

Meniti lorong dalam kesepian

 

Wahai insan, renunglah sejenak

Dalam keriuhan kemewahan yang megah

Tersingkap duka si miskin tersembunyi

Yang puasanya tanpa berbuka menanti

 

Apakah kita lupa akan janji?

Untuk berkongsi rezeki dan simpati

Tatkala baju baru menghias pagi

Sedangkan mereka hanya punya lusuh di hati

 

Dalam sendu suara si kecil

Terselit hakikat yang menggugah rasa

Bahawa kita terbuai indah dunia

Melupa tangis yang tak bersuara

 

Wahai jiwa, bangkitlah segera

Hadirlah dengan kasih yang benar

Agar Ramadan ini lebih bermakna

Untuk semua yang merasa hampa

 

Allahuakbar! sedarlah kita

Bahawa setiap rezeki dan nikmat

Hanya titipan sementara

Untuk diuji sejauh mana kita ingat

Wallahua'lam, moga kita insaf

Di bulan mulia, meraih berkat

Untuk mereka yang sering terlupakan

Mari kita hulur tangan persaudaraan

Nukilan: Hairul Hellas

 

 

BIODATA RINGKAS


Ts. Dr. Mohd Hairul bin Haji Mohd Salleh juga dikenali sebagai Hairul Hellas adalah seorang penyelidik dan penulis dengan kepakaran dalam biologi pemuliharaan, serta mempunyai 20 tahun pengalaman dalam industri dan 3 tahun dalam pengajaran. Beliau memiliki PhD dalam Genetik dan aktif dalam penyelidikan mengenai kepelbagaian spesies terancam. “Mujahid” dan “Langkah Demi Langkah” adalah nukilan puisi telah terbit di Dewan Bahasa dan Pustaka dan Penerbit Universiti Putra Malaysia.

 

Isnin, 24 Februari 2025

Perjuanganku Tidak Kau Hargai

 PERJUANGANKU TIDAK KAU HARGAI

Karya : Suhaimi Jasnah




Aku pernah berdiri di hadapan badai,

menangkup luka dengan kedua tangan,

merelakan peluh menjadi sungai,

demi bahagiamu yang kaucari dalam diam.


Aku pernah menjadi mentari,

menyinari jalan yang kau tempuh sendiri,

meski aku hangus perlahan-lahan,

kau tak pernah berpaling, tak pernah peduli.


Setiap langkahku adalah doa,

setiap titis darahku adalah harga,

namun di matamu, aku hanya bayang,

terlupa di celah waktu yang melayang.


Aku memberi, tanpa meminta,

aku berjuang, tanpa bersuara,

namun kau tetap berlalu

seolah tiada apa yang pernah 

aku lakukan untukmu.


Kini biarkan aku pergi,

seperti angin yang letih berlari,

mungkin di lain takdir dan hari,

kau akan mengerti, apa erti kehilangan ini.



SUHAIMI JASNAH 

23 FEBRUARI 2025

Smk Penangah, Telupid

Kau Adalah Puisi yang Menguntum Cinta

 KAU ADALAH PUISI YANG MENGUNTUM CINTA

Mohd Rani Mohd Tahir 



Wajahmu redup, bak fajar menyingsing,

menyingkap kabut membawa pesan,

setiap kata sopan, mengalun spiritual,

menghiasi estetika, ruang dan makna.


Akhlakmu, bak taman ‘tak pernah layu, 

kuntuman bunga mekar sempurna,

ilmumu, sungai yang mengalir jernih,

menyuburkan hati menyemai cinta.


Dalam diam, kau bisikkan rahsia,

dalam tingkah, kau sebarkan cahaya,

wajahmu, bicaramu, akhlakmu, ilmumu,

adalah cermin, mengarah cinta Ilahi.


Kau bukan sekadar kekasih, 

kau adalah puisi yang menguntum cinta,

menggetarkan qalbu, menyemarakkan jiwa, 

mengingatkan daku pada yang Esa.



Putrajaya

Malaysia.

Karya Terbaik Mingguan



TEMA: CINTA/LOVE

17 FEBRUARI HINGGA 23 FEBRUARI

                     


                     
           


SEBUAH PESAN Karya : Sahbuddin Dg. Palabbi

  SEBUAH PESAN Sahbuddin Dg. Palabbi Rina, seorang jurnalis investigasi. Ia sedang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan misterius. Korbanny...

Carian popular