Selasa, 2 September 2025

 PAHLAWAN YANG TAK TERLUKIS

ALDRIAN PHILIP



Di bawah langit merah saga

Namamu terpatri dalam jiwa bangsa

Kau bukan hanya kisah dalam buku

Kau adalah nyawa di setiap detak waktu.


Wajahmu indah namun bukan kerana rupa

Melainkan cahaya hati yang tak pernah sirna

Dalam tatapmu tersimpan keberanian

Dalam senyummu lahir seribu harapan.


Engkau pelita di malam kelam

Menerangi jalan meski tubuhmu tenggelam

Peluhmu jadi bait darahmu jadi sajak

Mengukir merdeka di tiap jejak.


Tak ada sutra yang lebih lembut dari pengorbananmu

Tak ada permata yang lebih berharga dari tekadmu

Engkau cantik kerana jiwa yang setia 

Engkau mantap kerana hati yang tak pernah hampa.


Wahai pahlawan sang bunga bangsa

Namamu harum melebihi cahaya surya

Kami berdiri di bawah bayangmu yang suci

Mewarisi keberanianmu tanpa henti.


Selama bumi berpijak dan langit membentang

Namamu abadi takkan hilang ditelan zaman.



KELAS 6 ALAMANDA II

27/8/2025

 Jejak Pahlawan

Denny Rizky Adrian Mixchuer


Pahlawan gagah jiwa perkasa

menentang musuh tanpa rasa

bermandi darah demi bangsa

tegak berdiri penuh setia


Langkah berani teguh mara

tidak gentar hadapi sengsara

meski rebah di medan juang

namamu harum sepanjang zaman


Kami waris perjuangan suci

menyambung janji tiada henti

membangun negara tercinta ini

memupuk kasih menyulam murni


Hari merdeka tanda berjaya

jasa pahlawan tetap terjaga

rohnya hidup selamanya abadi

mengiring bangsa menuju harmoni


SMK Penangah, Telupid/Tongod, Sabah.

28 Ogos 2025

Isnin, 1 September 2025

 MERDEKAKAN JIWA

Karya: Ezatul Hanim



Ku seru wanita semesta

merdeka kan jiwa kita

jangan mudah mengalah

keluarlah dari kepompong dijajah

demi memartabatkan empunya diri

kita bisa hidup mandiri

jangan sampai hilang maruah

diinjak tanpa simpati

dibuli hingga mati



Bangkitlah demi anak watan

agar bisa menjadi pemimpin yang disegan

lahirkan bangsa yang berjiwa kental

yang bukan mudah menerima jolokan

kerna kita sumber inspirasi

anak-anak zaman kini

Merdeka jiwa demi bangsa.



Ezatul Hanim Yahya

Johor Bahru, Malaysia

28082025


Ezatul Hanim binti Yahya merupakan anak jati Johor Darul Takzim, Malaysia. Menumpukan bidang perniagaan sebagai kerjaya utama. Pertamakalinya mengikuti acara puisi nusantara, Malaysia dan Singapura ke Riau, Pekanbaru Indonesia pada tahun 2023


TANAH BERDARAH, LANGIT BERLUKA

Karya: Nelly Amalia


Di malam pekat tanpa bintang,

udara berbau mesiu dan anyir daging.

Jerit perempuan hamil

dibelah lolongan senapan,

sementara bayi-bayi lahir

tanpa tangis

sebab dunia terlalu bising oleh maut.


Kemerdekaan,

bukan sekadar bendera yang berkibar,

melainkan perut lapar yang ditusuk bayonet,

tangan yang diikat di tiang eksekusi,

mata yang dipaksa menyaksikan

sungai berubah lautan darah.


Aku melihat bumi gemetar

oleh dentum meriam,

aku mendengar doa-doa pecah

menjadi desah terakhir pejuang

yang terhuyung dengan luka terbuka,

sambil menggenggam tanah

seakan ingin menuliskan pesan terakhir:

“Jangan menyerah, meski hidup terenggut.”


Kemerdekaan…

lahir dari tulang belulang yang menggunung,

dari anyaman bambu runcing

yang menelan daging asing,

dari dada-dada muda

yang rela bolong oleh peluru,

namun tetap berteriak lantang:


MERDEKA!

Wahai anak bangsa,

jangan engkau kira

merdeka adalah pesta,

sebab di baliknya

ada ribuan mata tanpa kelopak,

ada ribuan tangan yang membeku di parit,

ada ribuan jiwa

yang memilih mati

agar engkau bisa hidup hari ini.


Merdeka adalah nisan berjajar,

adalah sunyi di hutan belantara,

adalah tangisan ibu

yang tak pernah menemukan jasad anaknya.


Dan kita,

hari ini mengibarkan merah putih

di atas luka mereka,

di atas sepi yang abadi,

di atas janji yang tak boleh dilanggar:


“Kemerdekaan ini,

adalah darah yang membeku di tanah,

jangan kau gadaikan

walau dengan seluruh emas dunia.”

Ahad, 31 Ogos 2025

Kebangkitan Pahlawan
Karya: Alexsius Ahi


Pahlawan gagah berjiwa berani
Berdiri teguh menentang musuh
Peluh dan darah jadi saksi
Semangat waja tidak pernah rapuh
Namamu harum sepanjang zaman.


Kau bukan hanya mengangkat senjata
Tetapi juga mempertahan maruah
Dengan tekad tidak pernah goyah
Menghadapi cabaran tanpa menyerah
Pahlawan jasamu tidak ternilai.


Bumi merdeka hasil perjuanganmu
Tanah subur bebas dari belenggu
Air mata rakyat jadi penawar
Bila kau gugur demi negara
Kami hidup dalam cahaya merdeka.


Hari ini kami berdiri megah,
Menghirup udara aman nan indah
Kerana darahmu jadi taruhan
Kerana jiwamu jadi pertahanan
Oh pahlawan kami tidak lupa.


Generasi baharu akan meneruskan
Warisan perjuangan penuh keberanian
Namamu kekal dalam lipatan sejarah
Jasa dan pengorbanan jadi pedoman
Pahlawan kau abadi di hati bangsa.

Kampung Alitang
28/8/2025

 Seorang Pahlawan Membawa Merdeka

Yuzreel Toneh


Di tanah yang lama dijajah 

berlari seorang pahlawan gagah

berselimut semangat membara 

bersumpah setia demi negara.


Langit kelam diselubung duka

namun tekadnya tetap membara

bertarung nasib dengan percaya

setiap langkah penuh makna

demi tanah air tercinta.  


Tiada senjata tiada bala

hanya kata jadi senjatanya

menulis nasib di lembar sejarah

menentang penjajah penuh maruah

dengan harapan menjulang megah.  


Namanya hidup dalam bicara

di desa kota hingga seluruh negara

membangkit semangat yang lama lena

membina bangsa tanpa sengketa

menuju kemerdekaan yang sempurna.  


Kini kita berdiri megah

di bumi bebas merdeka indah

namun jasa jangan dilupa 

pahlawan dahulu wira sebenar

yang berkorban jiwa dan sabar.


SMK Penangah, Telupid 

(28 Ogos 2025)

 TAMAN MERDEKA 


Kebun yang indah itu bernama kemerdekaan

Dimana bunga asa tumbuh bermekaran

Wangi semerbak menyebar dalam bunga setaman


Di tepian terdapat kolam berisi ikan

Berhiaskan patung angsa bak melayang 

Nuansa menawan penuh keindahan 

Sesekali melintas burung terbang


Sawah keemasan menambah kekaguman

Takjub menampak dewa begitu gagah

Tawa lirih dewi terdengar renyah


Inilah taman kemerdekaan

Bebas dari belenggu penjajahan

Wadah anak negeri memangkur masa depan


Barito Selatan, 31 Agustus 2025

~ nani ~

 KEMERDEKAAN 


Merdeka

Laksana burung yang terbang

Bak sayap yang membentang

Membumbung bebas melayang


Merdeka

Laksana ombak yang bergelora

Bak gelombang dengan gemuruh bagai paduan suara


Merdeka

Laksana pelangi setelah hujan

Bak bidadari turun dari kayangan


Merdeka

Laksana mentari yang bersinar

Bak bintang dengan redup memancar


Merdeka

Laksana cahaya dengan benderang keindahan

Bak malaikat dengan kesucian


Barito Selatan, 31 Agustus 2025

~ nani ~

 DIRGAHAYU NEGERI-KU


Merdeka

Seharusnya tidak berduka

Seharusnya dirayakan penuh suka cita

Seharusnya tumbuh subur merata

Bukan hanya pemilik tahta


Berjuang dengan darah dan air mata

Jangan  khianati dengan janji semata

Kemerdekaan adalah kebebasan tanpa syarat dan nota


Dirgahayu Ibu Pertiwi

Gemah ripah loh jinawi

Negeri ini adalah taman syurgawi


Barito Selatan, 

31 Agustus 2025

~ nani ~

SEBUAH PESAN Karya : Sahbuddin Dg. Palabbi

  SEBUAH PESAN Sahbuddin Dg. Palabbi Rina, seorang jurnalis investigasi. Ia sedang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan misterius. Korbanny...

Carian popular