Ahad, 16 Mac 2025

KESABARAN YANG TIDAK TERLIHAT

Kesabaran yang Tidak Terlihat

Karya: Suhaimi Jasnah


Di lorong sepi gema berselisih

Suara caci mengiris sunyi

Ada yang menyalak di bayang kelam

Ada yang menuding tanpa salam


Dalam dada bara kecil menyala 

Namun lidah kubungkam seribu bahasa

Bukan kerana lemah digilas dunia

Tapi sabar adalah mahkota jiwa


Aku bukan bayang yang hanyut di arus

Bukan jua bara yang menyala lurus 

Kurelakan luka menulis puisi di dada 

Asal persahabatan tidak sirna.


Langit tetap menggapai meski bumi mencaci

Ombak tetap merangkul pantai meski dipukul badai

Aku belajar dari diamnya semesta

Bahawa sabar itu bukti dewasa


Biarlah kata menusuk seperti duri

Biarlah langkah dihimpit sepi

Kerana dalam diam aku memahami

Bahawa sabar bukan beban tapi erti hakiki.


SUHAIMI JASNAH

(15 MAC 2025)

SMK Penangah, Telupid

MENYULUT CAHAYA DI TEROWONG KALBU

 MENYULUT CAHAYA DI TEROWONG KALBU

Karya: Marlina Mailon



Di lorong sepi nan panjang

Kuharungi sunyi bertemankan rembulan

Tersenyum di balik awan hidup yang merintih pilu

Kelam sang langit tak membuatku gerun

Apatah lagi gentar dan rebah di kaki putus asa

Kerana fajar pasti menyingsing indah

Menghulur tulus bianglala harapan.


Deras sang hujan menghempas langkah

Silir getir merentap tenang di hujung resah

Teratak jiwa tak akan sesekali goyah

Tumbang menyembah lantai ragu-ragu

Lalu terkubur di pusara kecewa tidak bernisan

Kerana tabir sabar berlapik tabah

Akan berlabuh menghiasi jendela kehidupan

Sedondon menari seirama, seiring dan sejalan

Bersama seruling kegembiraan tanpa hentian.


Lambaian tabah umpama nyala sang pelita

Meskipun kecil ia tidak akan terpadam

Terus-terusan membakar sampah takut

Yang berlonggok di kubangan hati

Menyulut cahaya di terowong kalbu.


Biarlah belati duka menggores luka

Biarlah ombak dugaan menguji sabar

Kuakan tetap teguh melawan arus ujian

Kekal berdiri kukuh berpaksikan janji-Nya

Kerana kutahu badai yang menghempas

Akan luruh dan pergi seiring waktu yang berlalu.


Kota Marudu Sabah, 16 Mac 2025.


KETABAHAN SANG PEJUANG

 Ketabahan Sang Pejuang

Karya : Nurul Afifah Binti Rahim


Di ufuk timur mentari merekah,

Menyinar redup di dada resah,

Langkah diatur, hati pasrah,

Meniti nasib di lorong susah.


Angin menderu membawa khabar,

Duka dan lara bersilih edar,

Namun jiwa takkan gentar,

Bagai karang dihempas gelombang besar.


Kesabaran bagai purnama megah,

Menanti sinar di hujung lelah,

Biar derita menguji madah,

Keteguhan hati tak mudah rebah.


Wahai pejuang, teguhlah dikau,

Takdir tersurat usah diragu,

Setiap luka penghapus pilu,

Esok menjelang membawa restu.


Rantau Panjang, Kelantan

15/3/2025

DALAM RENYAI WAKTU

DALAM RENYAI WAKTU 

Karya: Kims Diwa


Di balik kabut merungkai kalbu 

akar letih menggenggam tanah 

dalam likat lumpur yang diam 

pohon tua mengaduh sendiri


Laut tenang menyimpan keliru 

pasir yang bisu menadah resah 

ombak sesal menghempas 

sunyi karang menahan 

pahit luka yang 

mengasah


Rajawali menongkah mendung 

sayapnya robek menampung derita 

badai menyergap mencarik paruh 

namun luka itulah yang menajamkan 

terbangnya


Dedaun gugur di hamparan waktu 

bukan sekadar rebah di tanah 

tetapi bersila di dalam akar 

menjadi baja bagi tunas 

yang terluka

batu di arus meriba getir 

diasak deras tak mengenal henti 

diam bukan pasrah yang mati 

ia adalah sabar yang 

menanti sunyi


Langit gelita menggenggam gelisah 

malam membalut luka tanpa suara 

tetapi fajar bukan sekadar cahaya 

ia adalah tangan yang 

menjemput pulang


KIMS DIWA 

Telupid, Sabah 

15/3/2025

Sabtu, 15 Mac 2025

Tajalli Ketabahan di Serambi Ramadhan

Tajalli Ketabahan di Serambi Ramadhan

Karya: Nelly Amalia


Di serambi cahaya, Ramadhan mengetuk,

membawa kisah ketabahan nan agung.

Duhai jiwa yang digeluti lapar,

duhai raga yang diterpa dahaga,

sabarlah, sebab di ujung senja,

ada embun rahmat menitik dari singgasana langit.


Lihatlah fajar yang bersujud,

melukis khusyuk di cakrawala,

sementara angin berzikir di dada bumi,

membisikkan makna puasa yang syahdu.

Ini bukan sekadar menahan dahaga,

bukan pula sekadar membendung lapar,

melainkan perjalanan ruh menuju mihrab-Nya.


Malam menabur bintang-bintang takdir,

gelapnya bukan sunyi, tapi rahasia,

di sepertiga malam yang bersayap cahaya,

hamba-hamba rindu menangis dalam doa.

Sujud yang tulus menjadi anak tangga,

menuju samudra ampunan yang tak bertepi.


Wahai insan yang ditempa Ramadhan,

biarkan ujian ini menjadi suluh,

biarkan luka menjadi syair kesabaran,

sebab di balik perih ada perjamuan Ilahi.

Dan kelak, saat takbir membelah angkasa,

kau akan tersenyum di pelataran kemenangan,

sebab ketabahanmu telah menjelma cahaya.




PAWAKA JIWA

 PAWAKA JIWA

Karya: Alvineus Wilster



Dalam gelita tak berpelita

Kuteguhkan nubari menongkah derita

Badai menghempas, gelora menggil

Pawaka  jiwa kekal membara


Benih sabar di tanah gersang

Dicurah hujan keyakinan nan  tenang 

Taufan dan petir ganas menguji

 Tetap subur, tetap bernafas


Ketabahan melakar wira di dada

Tak mudah goyah dek kata nista 

Meski duri menikam langkah 

Semangat tetap menjulang megah


Hidup bukan sekadar samar bayangan 

Hidup adalah perjuangan tiada hentiB

Berbekal sabar dan tabah di sisi 

Kita berdiri tetap bertahan sampai akhirnya


Telupid, Sabah

15/03/2025




MENUNGGU HUJAN REDA

Menunggu Hujan Reda

Karya: Abby Vancel



kelak, angin akan menyusut dalam lipatan waktu

hujan yang turun tanpa jeda akan beringsut pergi

dan kau, yang berdiri di tepi senja,

akan tahu bahwa segalanya hanya soal menunggu


daun-daun yang luruh pun paham

bahwa jatuh bukan akhir dari segalanya

bahwa angin tak pernah tergesa

membawa mereka ke tanah yang setia


maka biarkan saja waktu

menjahit luka dengan benang embun

membiarkan pagi menyusup pelan

ke dalam dadamu yang basah oleh penantian


karena tak ada yang lebih tabah

dari hati yang rela menunggu

tanpa bertanya kapan reda

tanpa ragu pada apa yang akan datang


Jakarta, Medio Maret 2025

MENGIKHLASKAN CATATAN TAKDIR

Mengikhlaskan Catatan Takdir

Karya: Jcka Daily



Daun melambai-melambai

dari ranting pilu  tercerai

bungkam lubuk sanubari

air jernih mencium pipi


Dipukul ganas onak duri

tidak kujemput racun badai

datang bagai mimpi ngeri

mengigit jiwa yang damai


kulangitkan doa-doa pada Ilahi

catitan takdir harus ditempuhi

Dia memelukku segunung janji

tersimpul kesabaran dalam hati


Aku redha ikhlaskan diri

agar dapat lebih mencintai

rencana-Nya itu sungguh suci

hadiah indah dinikmati nanti


Jcka Daily
Penampang, Sabah
Malaysia

SECEBIS KERINDUAN PADA-NYA

SECEBIS KERINDUAN PADA-NYA

Karya: Jcka Daily


Mendongak ke langit cerah menyinari

hidup dipenuhi belenggu dosa dicari

menambat hati lupa ajaran suci

membibit buas lubuk kalbu terkunci


Dosa pasti menari di pentas dunia

seperti duri mencucuk diri sia-sia

ikut rentak lagu gromofon sumbang

hanyut dalam lautan kian gersang


Seperti mata buta kehilangan pelita

secebis kerinduan pada-Nya dipinta

pengampunan mengetuk jiwa seksa

perlahan meruntuhkan tembok dosa


Bersujudlah mohon keampunan-Nya

kembali setia memancarkan cahaya

belas kasihan-Nya tak pernah pudar

tumbuh subur seperti bunga mekar


Jcka Daily

Penampang, Sabah, Malaysia

7 Maret 2025

SEBUAH PESAN Karya : Sahbuddin Dg. Palabbi

  SEBUAH PESAN Sahbuddin Dg. Palabbi Rina, seorang jurnalis investigasi. Ia sedang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan misterius. Korbanny...

Carian popular