Ahad, 31 Ogos 2025
Seorang Pahlawan Membawa Merdeka
Yuzreel Toneh
Di tanah yang lama dijajah
berlari seorang pahlawan gagah
berselimut semangat membara
bersumpah setia demi negara.
Langit kelam diselubung duka
namun tekadnya tetap membara
bertarung nasib dengan percaya
setiap langkah penuh makna
demi tanah air tercinta.
Tiada senjata tiada bala
hanya kata jadi senjatanya
menulis nasib di lembar sejarah
menentang penjajah penuh maruah
dengan harapan menjulang megah.
Namanya hidup dalam bicara
di desa kota hingga seluruh negara
membangkit semangat yang lama lena
membina bangsa tanpa sengketa
menuju kemerdekaan yang sempurna.
Kini kita berdiri megah
di bumi bebas merdeka indah
namun jasa jangan dilupa
pahlawan dahulu wira sebenar
yang berkorban jiwa dan sabar.
SMK Penangah, Telupid
(28 Ogos 2025)
TAMAN MERDEKA
Kebun yang indah itu bernama kemerdekaan
Dimana bunga asa tumbuh bermekaran
Wangi semerbak menyebar dalam bunga setaman
Di tepian terdapat kolam berisi ikan
Berhiaskan patung angsa bak melayang
Nuansa menawan penuh keindahan
Sesekali melintas burung terbang
Sawah keemasan menambah kekaguman
Takjub menampak dewa begitu gagah
Tawa lirih dewi terdengar renyah
Inilah taman kemerdekaan
Bebas dari belenggu penjajahan
Wadah anak negeri memangkur masa depan
Barito Selatan, 31 Agustus 2025
~ nani ~
KEMERDEKAAN
Merdeka
Laksana burung yang terbang
Bak sayap yang membentang
Membumbung bebas melayang
Merdeka
Laksana ombak yang bergelora
Bak gelombang dengan gemuruh bagai paduan suara
Merdeka
Laksana pelangi setelah hujan
Bak bidadari turun dari kayangan
Merdeka
Laksana mentari yang bersinar
Bak bintang dengan redup memancar
Merdeka
Laksana cahaya dengan benderang keindahan
Bak malaikat dengan kesucian
Barito Selatan, 31 Agustus 2025
~ nani ~
DIRGAHAYU NEGERI-KU
Merdeka
Seharusnya tidak berduka
Seharusnya dirayakan penuh suka cita
Seharusnya tumbuh subur merata
Bukan hanya pemilik tahta
Berjuang dengan darah dan air mata
Jangan khianati dengan janji semata
Kemerdekaan adalah kebebasan tanpa syarat dan nota
Dirgahayu Ibu Pertiwi
Gemah ripah loh jinawi
Negeri ini adalah taman syurgawi
Barito Selatan,
31 Agustus 2025
~ nani ~
TERUNTUK DEWAN KONOHA
Satu tunas bangsa sudah menjadi korban
Untuk anggota Dewan yang hanya peduli jabatan
Nyawa hanya permainan
Uang menjadi kerajaan
Rakyat diberi janji-janji tak pasti
Tak satupun mengena di hati
Bahkan pajak dijadikan upeti
Mungkin nyawa kalian tak mati
Lupa pada dunia yang fana
Fana yang membuat kalian terlena
Terlena dengan kekayaan yang sesat
Sesat berujung laknat
30 Agustus 2025
~ nani ~
PAHLAWAN TAK BERSAYAP
Karya: Pethbenny
Di pangkuan bumi yang tak pernah luka
Ada namamu terpatri selamanya
Bukan sekadar wajah yang memikat mata
Namun jiwa perkasa cahaya bangsa.
Kau melangkah tanpa mahkota
Namun kejayaanmu melebihi para raja
Di setiap hela nafasmu ada doa
Di setiap detak jantungmu ada cinta
Cantikmu bukan pada rupa semata
Melainkan keberanian yang tiada tara
Kau menantang badai dengan senyuman yang tegar
Mengusung harapan setinggi gemintang sabar.
Peluhmu adalah tinta kemerdekaan
Darahmu adalah bait perjuangan
Kau menulis sejarah di atas luka
Menjahit mimpi dengan jiwa yang rela.
Engkau tak bersayap namun melangit
Engkau tak bersuara namun abadi terdengar
Wahai pahlawan penopang jiwa negeri
Cahaya namamu takkan pernah padam lagi.
Selama langit menaungi bumi
Engkau tetap hidup disetiap hati kami.
KELAS 6 ALAMANDA 2
27/8/2025
Suhaimi Jasnah
Pahlawan Kemerdekaan
Dalam gelita penjajahan yang membatu
muncul bayangmu, laksana bayu berduri
langkahmu deras menentang badai
di dada terpahat sumpah abadi
tanah ini bukan untuk diinjak hamba
Darahmu bukan sekadar tumpah
tapi tinta pada manuskrip kemerdekaan
tulangmu retak bukan lemah
tetapi tiang kepada langit kebebasan
kau teguh, meski langit runtuh.
Apakah takut itu wujud dalam jiwamu?
atau kau tukarkannya menjadi bara perjuangan
rantai besi kau patahkan dengan doa
peluru menjadi irama dalam zikirmu
dan tangisan bangsa jadi alasan kau mara.
Bendera belum berkibar waktu itu
tapi dalam matamu langit sudah cerah
kau bukan wira bersayap mitos
tetapi insan, yang mengangkat dunia
dengan sekeping hati yang tidak gentar.
Kini, kami melangkah atas tapakmu
tetapi benarkah kami sedar erti bebas?
kau relakan segalanya demi bangsa
apakah kami mampu menjaganya?
pahlawan, rohmu jadi cermin untuk kami.
SMK Penangah, Telupid
(27 Ogos 2025)
SEBUAH PESAN Karya : Sahbuddin Dg. Palabbi
SEBUAH PESAN Sahbuddin Dg. Palabbi Rina, seorang jurnalis investigasi. Ia sedang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan misterius. Korbanny...
Carian popular
-
Langit Yang Belum Damai Naora MN dengar... ini bukan hanya bisik ini gong yang berdentang mereka bangun dari lembah debu dari simpanan air...
-
DI BALIK CELAH KERINDUAN Zamri H. Jamaluddin Di ambang sunyi, aku terpaku kelu, menyusuri bayangmu di balik kelambu semu. Engkau laksana...
-
DI TEPI PANTAI BERBUIH LARA Oleh : Nur Asrianti Di sini di antara batas langit dan laut Pada senja yang sama seperti dulu Kupunguti cerit...





