Rabu, 19 Februari 2025

Tiada Dendam

 

TIADA DENDAM

Karya: Zulbahri Hussin



Aku menyimpan wajahmu

di dada malam

bulan tersenyum

girang


Aku membungkus janjimu

di pohon hari 

matahari tersenyum

girang


Aku membasuh lukamu

di sungai keriangan

air mengalir

jernih


Aku menangkap angin

mengirim salam kemaafan

melihat lambaian harapan


Dalam sebak dada

kukumpulkan kembali

cinta yang tercicir

gagahi hati

membimbit tangkai kasturi


Zulbahri Hussin

Permatang Badak, Kuantan


ZULBAHRI BIN MAT HUSAIN

Dilahirkan di Pasir Puteh Kelantan pada tahun 1964. Menceburi bidang penulisan pada tahun 1984 di Majalah Remaja, Majalah Salina, Akhbar Harian Nasional, Utusan Radio dan TV (URTV), Varia Pop, Mingguan Malaysia, Berita Harian, Bacaria, Mingguan Wanita, Mingguan Famili, Mingguan Perdana. Menganggotai Group Pemuisi Setanggi (Universiti Malaya) Kuala Lumpur. Antologi bersama Mita Katoyo, Jakarta, Indonesia. Pernah menuntut di Sekolah Menengah Agama Al-Ihsan, Kuantan Pahang. Ahli Persatuan Penulis Nasional Malaysia (PENA). Masih aktif menulis di media sosial. FB: Zulbahri Hussin. Kini menetap di Kuantan, Pahang.

Serpih Cahaya

 SERPIH CAHAYA

 


Dia permata langit yang bergetar

dia manik cahaya yang menggigil

dia mutiara sunyi yang jauh

namun jarak menoreh luka.

 

Cahayanya kini seakan kelam

permata langit diselubung mendung

manik cahaya larut di hujung kabus

mutiara sunyi tenggelam di ufuk duka

 

Aku tak lagi menghulur tangan

aku tak lagi perlukan sinarnya

aku hanya memungut serpih cahaya

yang gugur di lantai kenangan.

 

FILADELFIANA ENDRUS

18 / 02 / 2025

SMK PENANGAH, SABAH




Cinta

 CINTA

Karya: Thomas Krispianus Swalar


Adakah  engkau  memahami  makna  terdalam

Adakah  engkau  rasakan  getar-getar  rindu

Adakah  engkau  larut dalam  buaian

Adakah  sakit  yang  engkau  rasakan

Adakah  perih teramat  dalam

Adakah  yang  membuat  engkau  tak  bisa  berkata  apa-apa

 

Adakah ....

 

Dan  engkau  terus  menjalani  semuanya

Getaran simponi kehidupan

Dalam  bingkai yang bernama  Cinta

 

Sakit

Perih

Tangis

duka

lara

gembira

tersenyum

tertawa

 

tak  ada  yang  memaksa

terus kau jalani tanpa tanya

untuk  mengarungi  lautan  cinta

bermeterai mahligai cinta

 

karena  hidup  tanpa  cinta

ibarat  kehampaan   rasa

yang  terus membelenggu  nurani

ibarat  oase  di  tengah  padang

memberi  kesejukan

memberi  harap  teramat  didamba

kepak sayap kian letih menapaki hidup

tak peduli apa yang kau cari

 

 

 Loang, 17  Pebruari  2025

 

Thomas Krispianus Swalar

Lahir di Puor Kecamatan Wulandoni Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur

Sekarang mengabdi di sman 1 Nagawutung Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata

Penulis telah menghasilkan karya berupa karya solo dan antologi bersama.

 

 

 

 

Selasa, 18 Februari 2025

Sajak Tanpa Titik

 Sajak Tanpa Titik

Karya: Agustina Rahman



Aku melukismu di kanvas senja
Ukiran aksara berpendar di garis cakrawala
Kita adalah sajak yang tak pernah rampung
Terpasung pada larik-larik yang digigil rindu

Tangis langit menggambar aksara di matamu
Membasahi kisah yang belum usai tanpa sisa
Seperti angin yang ragu memilih haluan
Kita tersesat pada bait-bait yang nyaris hilang

Putaran semesta menggulung kita dalam noktah
Namun sajak ini enggan menjadi batas kata
Kau dan aku masih berselimut metafora
Menjejak ritme dalam frasa-frasa sunyi

Jika cinta adalah kitab yang tak tertulis
Maka kita adalah bab yang tak terhapus
Mengalun dalam ingatan napas nirwana
Tanpa batas, seperti angin yang terus berbisik

Makassar, 18 Februari 2025


BIONARASI


 

Hj. Agustina, S.Pd., M.Pd.  Lahir di Lemoa, Kab. Gowa Sulawesi Selatan, 10 Agustus 1975. Pendidikan terakhir S2 di Universitas Muhammadiyah Makassar. Mengajar di MAN 2 Kota Makassar. Fasilitator Provinsi PKB Guru mapel Bahasa Indonesia 2021-2024 dan Penulis Modul PKB Guru 2023 pada Kementerian Agama. Penulis Antologi Cerpen (Cerita Mistis/Horor), Novel Sepenggal Kisah Kehidupan (2024),  penulis Pentigraf Kanvas Kata Penuh Warna (2024), dan aktif menulis Puisi di Blog KGS.

 

Renungan Langit

 Renungan Langit



Aku memandang langit di ambang senja,

guratan mega menulis hikayat cahaya.

Awan berarak membawa pesan angin,

mendekap rindu yang tak bertepi.

 

Bulan separuh mengintai sunyi,

bersama bintang yang bisu mengingat janji.

Kita adalah debu di pangkuan waktu,

tertulis di garis takdir yang rahsia.

 

Jika langit bicara, apa yang kan terungkap?

Keluh harapan, lelah doa,

atau cinta yang tak hancur dimakan musim?

 

Renungan ini hanyalah gema,

mengalun dalam jagatraya,

menjadi noktah yang enggan terpadam.

 

Izzcandrasakata

Pelaku Puisi

 

BIONARASI


Izzcandrasakata adalah nama pena dari Md Izzuddin bin Mohd Shah, lahir tanggal 5 Jun 1974 di Batu Pahat Johor Malaysia. Pendidikan terakhir Sarjana Muda TESL. Saat ini berkerja sebagai Guru Besar. Penulis Karya Gurindam Kalbu Asean, Penulis Syair Untuk Negeri Asia, Pendendang Syair Untuk Negeri di Jakarta, Penulis Kitab Syair Nabawi, Pencipta Pantun Firman, Pencipta Karya Syair Madani Negeri Sembilan, Penulis Cerpen Antologi Elegi Senandika, Pemenang Saguhati Top 10 Puisi Sungai Peringkat Kebangsaan anjuran Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia.

Isnin, 17 Februari 2025

SENANDUNG CINTA DI ATAS ALTAR SUCI

 

                        SENANDUNG CINTA DI ATAS ALTAR SUCI

                                       Oleh Syahrul Ramadhan


di ufuk senja, angin bernyanyi lirih

membisikkan rindu pada dedaunan resah

cintaku melaut, menyeberang nasib

di arus takdir yang menggulung gelisah

bulan mengintip dari balik awan

menunggu kisah yang belum reda

kutatap langit, ia mengerut dahi

seolah bertanya: "sanggupkah kau setia?"

 

hujan menari di atas duka

mengalunkan doa dalam nada sendu

langkahku berat, jalan berduri

tapi hatiku tak lelah merayu

sang waktu mengeja tiap luka

menyulam perih dengan harapan baru

dalam genggaman takdir yang gemetar

kutuntun cinta menuju restu

 

dan pagi pun lahir dengan wajah cerah

matahari tersenyum di jendela doa

bunga-bunga menari di altar suci

mengiringi takdir yang berjanji setia

gaun putih bercahaya lembut

mengusik debur gelisah di dada

aku dan kau, di ujung penantian

menjadi kisah yang akhirnya nyata

 

 

Pamulang, 17 Februari 2025

 

 BIONARASI

 

Syahrul Ramadhan, lulusan Sastra Indonesia yang memiliki minat dan dedikasi dalam bidang bahasa, sastra, dan pendidikan.

SIRNA DI TANGAN RAKUS

 SIRNA DI TANGAN RAKUS

Oleh: Marlina Mailon

Sepasang mata merenung jauh

Dada sungai berpesta sampah-sarap

Kotor,  jijik meloyakan 

Hilang damai lenyap keindahan.


Dulu, di situ riuh sorakan kanak-kanak riang

Berenang berkejaran melawan arus tenang

Gelak tawa dan gurau senda bergema memecah sunyi

Melakar memori tak luput dek zaman.


Di situ juga joran buluh bersusun rapi

Menunggu umpan dibaham mangsa

Sebaldi hasil tangkapan melorek senyum 

Rezeki datang pengalas perut keluarga besar.


Kini, segalanya sirna di tangan rakus

Kebersihan bukan lagi tunjang jati diri

Pembangunan meranapkan disiplin hidup

Rebah dalam genggaman duniawi semata.


Di manakah hilangnya kewarasan akal?

Di mana letaknya rasa tanggungjawab?

Jangan ditanya mengapa nikmat ditarik Pencipta 

Andai rasa menghargai dan bersyukur 

Hilang dan terkubur tanpa pusara.


Kota Marudu, 15 Februari 2025.


BIODATA PENULIS

Marlina Mailon dilahirkan di Kota Marudu Sabah, Malaysia. Mulai berjinak-jinak menulis pada tahun 2018. Sudah menerbitkan beberapa buah buku novel, Antologi Puisi dan Antologi Cerpen. Penulis aktif mengikuti Pertandingan Menulis Puisi dan Cerpen di Malaysia dan Indonesia. 


Tema : Cinta/ Love


yth. bapak/ibu, tuan/puan, saat ini KGS sudah memiliki blog/web sendiri https://kgsmendunia.blogspot.com/.

Apabila bapak/ibu, tuan/puan memiliki naskah puisi/cerpen/cerita anak yang belum pernah ditayangkan/disiarkan di media lain, dan ingin ditayangkan di blog KGS, sila mengirimkan naskahnya kepada kami dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Puisi (sesuai poster)

       Tema minggu ini: Cinta/Love (17- 24 Februari 2025). Naskah puisi diketik di microsoft word, font times new roman 12, spasi 1, minimal 2 bait 8 baris, maksimal  bait  baris ikut nilai, mesej, kreativiti dan kesesuaian karya tanpa banyak pengulangan frasa dalam prosa. 4 tips yang perlu diambil kira iaitu kesinambungan dan maksud, keselarasan dengan genre puisi, keutuhan estetika dan matlamat sasaran pembaca . Dilengkapi titi mangsa (tanggal penulisan naskah). Sertakan nomor whatsapp aktif, bionarasi maksimal 3 baris (boleh dilengkapi foto)

2. Cerpen

        Tema: Bebas.  Naskah cerpen diketik di microsoft word, font times new roman 12, spasi 1,5. Jumlah kata 1500-2000 kata.  Sertakan nomor whatsapp aktif dan bionarasi maksimal 3 baris (boleh dilengkapi foto)

3. Cerita Anak

       Tema: Bebas.  Naskah cerita anak diketik di microsoft word, font times new roman 12, spasi 1,5. Jumlah kata 500-600 kata.  Sertakan nomor whatsapp aktif dan bionarasi maksimal 3 baris (boleh dilengkapi foto)

- Naskah puisi dan cerpen dikirimkan kepada Ketua Tim Kurator KGS (Cikgu Izz +60126093080 ), sedangkan untuk naskah cerita anak dikirimkan kepada Bu Gayatri (+6281392178325) . Setelah lolos kurasi, barulah naskah boleh ditayangkan/disiarkan di blog KGS oleh Cikgu Kims (+60138704480) . Terima kasih. Salam Literasi.


 

Karya Terbaik Mingguan

 Tema: Kelestarian Alam

10 Februari hingga 16 Februari 2025


 

Assalamualaikum wbt dan Salam Galeri Sastra Pesona Dunia.
Izinkan saya berkongsi beberapa penilaian dan kesimpulan kurasi saya ke atas karya tuan puan yang dimuliakan. Berikut adalah kesimpulan penilaian dan cadangan penambahbaikan bagi semua puisi bertema kelestarian alam yang telah dinilai berdasarkan rubrik yang disediakan:

Kesimpulan Penilaian

Secara keseluruhan, puisi-puisi yang dinilai menampilkan kepekaan pengkarya terhadap isu kelestarian alam dengan pelbagai gaya bahasa dan pendekatan kreatif. Kebanyakan puisi menunjukkan kesedaran yang tinggi terhadap kepentingan menjaga alam sekitar melalui penggunaan metafora, simbolisme, dan personifikasi yang menarik. Dari segi ketepatan tema, semua karya berjaya menonjolkan mesej utama mengenai pemeliharaan alam sekitar.

Dari sudut keindahan bahasa, sebahagian besar pengkarya menggunakan diksi yang puitis dan bermakna, namun terdapat beberapa karya yang masih boleh diperkaya dengan gaya bahasa yang lebih kuat. Dari aspek struktur, kebanyakan puisi mempunyai susunan idea yang jelas, namun terdapat beberapa karya yang boleh diperbaiki dari segi kesinambungan antara rangkap untuk memastikan mesej lebih lancar dan berkesan.

Cadangan Penambahbaikan

Pemantapan Diksi & Gaya Bahasa
  • Gunakan bahasa yang lebih kaya dengan imageri alam untuk menimbulkan kesan yang lebih mendalam kepada pembaca. 
  • Memanfaatkan lebih banyak unsur personifikasi dan metafora untuk menggambarkan alam sebagai entiti yang hidup dan perlu dilindungi. 
  • Mengelakkan penggunaan kata-kata yang terlalu umum dan menggantikannya dengan frasa yang lebih simbolik dan beremosi.

Ketepatan dan Keberkesanan Mesej
  • Pastikan setiap rangkap menyumbang kepada tema utama tanpa lari daripada fokus kelestarian alam.
  • Jika ada unsur kritikan terhadap pencemaran atau kemusnahan alam, sertakan juga unsur harapan atau ajakan untuk bertindak bagi keseimbangan mesej.

Pengolahan Struktur & Susunan Idea
  • Menjaga kesinambungan antara rangkap supaya pembaca dapat mengikuti aliran pemikiran dengan mudah.
  • Menghindari pengulangan idea yang berlebihan dan memastikan setiap rangkap membawa nilai tambahan kepada keseluruhan makna puisi.

Kreativiti dalam Penyampaian
  • Bereksperimen dengan bentuk puisi yang lebih unik atau inovatif untuk menjadikan karya lebih menonjol.
  • Menggunakan elemen suara alam atau unsur alam tertentu sebagai latar dalam pembentukan irama dan suasana puisi.

Keseluruhannya, puisi-puisi yang telah dinilai mempunyai potensi besar dalam menyampaikan mesej kelestarian alam dengan cara yang kreatif dan berkesan. Dengan sedikit penambahbaikan dari segi bahasa, struktur, dan penyampaian mesej, karya-karya ini dapat memberi impak yang lebih mendalam kepada pembaca serta meningkatkan kesedaran terhadap kepentingan menjaga alam sekitar.

Izz 
Ketua Divisi Kurator 
Galeri Sastra 
16 Februari 2025 
8.00 pm waktu Malaysia



Syabas dan tahniah!


SEBUAH PESAN Karya : Sahbuddin Dg. Palabbi

  SEBUAH PESAN Sahbuddin Dg. Palabbi Rina, seorang jurnalis investigasi. Ia sedang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan misterius. Korbanny...

Carian popular