Khamis, 29 Mei 2025

BAYANGMU DI HUJUNG SENJA

 Bayangmu di hujung senja

Karya: Norbetinelyee binti Profly


Di ufuk senja yang merona jingga

bayangmu hadir dalam tiap cahaya

langkahmu terukir di jalan kenangan

mengiringi rindu yang tak berkesudahan


Angin membawa bisik namamu

menggetarkan hati yang pilu

setiap detik berlalu perlahan

menanti hadirmu dalam harapan


Bintang pun cemburu pada sinarmu

bulan tersipu melihat senyummu

dalam diam aku berdoa

agar cinta ini tak sia-sia


Jika takdir mempertemukan kita

akan ku genggam erat tanpa ragu

namun jika hanya mimpi semata

biarlah kuikhlaskan pemergian mu



Norbetinelyee binti profly

SMK Penangah 

27 Mei 2025

JASAD BENALU MERINGIS

 Jasad Benalu Meringis

Karya: Aksara_Christella



Aku bukan lagi manusia

aku jasad benalu

yang tumbuh menetap

tetapi dari duka yang membiak


Kulitku adalah tanah mati

yang ditumbuhi pucuk-pucuk trauma

Setiap luka menjadi akar

menjalar ke dalam daging

mengikatku ke pohon masa lalu

yang tak pernah sudi tumbang


Aku menumpang hidup 

pada harapan yang tidak lagi bernyawa

Menghisap sisa-sisa cahaya

dari langit yang sudah lupa caranya biru


Aku bernafas

tapi nafas ini bukan milikku lagi—

ia milik luka yang kubela bagai agama

jasad ini dibina dari sunyi yang membatu

berpakaian tangis yang tak bersuara

yang tertawa merintih terseksa


Aku bukan makhluk bebas

aku tumbuhan gelap

yang menjalar di tubuh ingatan

merayap di tulang percaya

hingga segala rasa pun membusuk dalam diam


Dan bila kau lihat aku tersenyum

ketahuilah

itu bukan senyum manusia

Itu adalah kelopak benalu

yang mekar dari jiwaku yang hampir hancur.




Aksara_Christella

27 Mei 2025 

SMK Penangah

Selasa, 27 Mei 2025

CINTA ILAHI DALAM DETAK KALAM

Cinta Ilahi dalam Detak Kalam

Karya: Nelly Amalia 


Di ufuk kalbu kutemukan cahaya,

Menyusur sunyi, lirih terucap doa,

“Inna ma’al usri yusra” terpatri jiwa,

Setiap luka mengalir rahmat yang Maha Esa,

Cintaku berlabuh pada nama-Nya yang mulia.


Dalam riak malam kupeluk sunyi,

Mendengar bisik langit, firman yang abadi:

“Wa ma khalaqtul jinna wal insa illa liya’budun,”

Hanya untuk mengasihi dan diasihi dalam rindu,

Cinta ini titian suci antara aku dan Dia.


Di balik gelap, surya tersembunyi,

“Qul huwa Allahu ahad,” pengikat hati,

Satu tanpa dua, cahaya yang hakiki,

Mengikat jiwa pada kasih yang suci,

Tiada lain kecuali Cinta Ilahi.


Kala bumi dan langit bersujud,

Kupasrahkan diri dalam sujud,

“La tahzan innallaha ma’ana” jadi pelita,

Menyelami samudra cinta tanpa batas,

Meleburkan segala duka dalam rahmat-Nya.


Oh, cinta yang abadi, puncak harapan,

“Rabbana la tu’akhidzna in nasina aw akhta’na,”

Di pelukan-Mu kutemukan makna,

Cinta yang tak lekang oleh waktu dan ruang,

Cinta yang abadi, hanya pada-Mu, Tuhan.

KUPELUK KAU DENGAN ILMU DAN DOA

 Kupeluk Kau dengan Ilmu dan Doa

Karya: Agustina Rahman

Di ambang fajar kutakar jejakmu nan rapuh

Sehelai tunas rapuh menggigil digigir musim

Matamu cawan bening penadah rahasia

Gugusan rindu yang belum mekar di kuncup waktu


Aku bukan dewa pembawa wahyu langit

Aku hanyalah pena renta digenggam senja

Namun dari desir kalbu, kuinai benang cahaya

Agar langkahmu tak terjerat rimba buta aksara


Kupeluk kau bukan dengan jemari fana

Melainkan nyala ilmu yang kujemput dalam derita

Meski jemariku retak karena bara sunyi

Kudekap lentera itu agar  tak padam di matamu


Kupeluk kau dalam rengkuh tak bernama

Di sela doa yang larut di sajadah waktu

Namamu kupintal dari benang zikir dan harap

Kusulam di kanvas langit agar jadi cahaya suci


Wahai titipan waktu, bukan sekadar lembar didik

Kau  janji langit yang kuukir dalam sunyi

Melayanglah setinggi gemintang di cakrawala

Meski kelak aku hanyalah angin yang tak lagi kau eja


Makassar, 25 Mei 2025


BIONARASI

Hj. Agustina, S.Pd., M.Pd.  Lahir di Lemoa, Kab. Gowa Sulawesi Selatan, 10 Agustus 1975. Pendidikan terakhir S2 di Universitas Muhammadiyah Makassar. Mengajar di MAN 2 Kota Makassar. Fasilitator Provinsi PKB Guru mapel Bahasa Indonesia 2021-2024 dan Penulis Modul PKB Guru 2023 pada Kementerian Agama. Antologi Cerita Mistis/Horor (2024), Novel Sepenggal Kisah Kehidupan (2024),  Pentigraf Kanvas Kata Penuh Warna (2024), Antologi Jejak Masa Riuh Kenangan (2025), Penulis Antologi Sumbangsih Pemikiran Para Penulis Indonesia Maju, dan aktif menulis Puisi dan Cerpen di Blog KGS.


Isnin, 26 Mei 2025

CINTA, IBU dan DOA

 Cinta, Ibu dan Doa

Karya: Christella Daud


Pada senyummu ibuku

langit serasa lebih teduh

Ada doa yang tak bersuara

tapi menyentuh lebih dalam

dari ribuan kata


Langkahmu mulai perlahan

tapi menggenggam dunia kecilku

dengan kekuatan yang tak terlihat oleh mata biasa


Kau tidak bersayap

tapi cintamu

mampu mengangkatku

dari jurang paling dalam 


Dari peluk sehangat sutera

aku belajar menjadi manusia

bahawa hidup tanpa ibu 

bagai tujuan tanpa arah


Wahai ibunda 

arahnya kemana?

aku tersesat tanpa ibu

aku meraung merintih 

mendakap kesunyian yang hiba


Maafkan anakmu ibu

aku masih belum terbiasa tanpamu

pundak ku kian melemah

namun Tuhan belum mengizinkanku bertemu ibu


Izinkan aku berteduh sebentar 

teduhan di rumah abadimu 

nyata lebih nyaman 

meski mulai dikelilingi rumput hijau.


Christella Daud

25 Mei 2025

SMK Penangah.

Ahad, 25 Mei 2025

CINTA YANG TERBUANG

 CINTA YANG TERBUANG

Karya: Kims Diwa

Aku menabur kasih setiap hari

menyulam ilmu di helaian mimpi

mengukir senyum biar lelah tak terucap

namun mereka memandangku bagai bayang

bagai suara yang layak dibisukan


Aku menyiram harapan dengan sabar

mendekap mereka dalam doa malam

tapi tangan-tangan kecil itu menepis

menyombong seolah aku tiada di dunia

menertawakan dedikasi yang diam


Namun karma tak buta seperti mereka

satu persatu jatuh ke tanah resah

menagih pandangan pernah diremehkan

merangkak dalam gelap tanpa cahaya

kerana bintang yang mereka ejek telah padam


Aku tak pernah menuntut balasan

biar kasih ini terbuang sia-sia

kerana dalam diam aku tetap menanti

kasih ini bukan untuk dikenang

tetapi membangkitkan jiwa  lupa


Dan jika suatu hari

mereka tersandung dalam gelap tanpa arah

biarlah bisik rinduku menjadi lilin

yang menuntun langkah mereka pulang

kerana dalam sepi aku masih ada.


Kims Diwa

Telupid, Sabah

25052025

HATI DIPATRI

 HATI DIPATERI

Karya: Ezatul Hanim Yahya


Cinta yang lahir dari hati

ketulusan dalam mengikrar janji

walau bertahun terputus tali

talipati mengikat hati sanubari

bertemu kembali seakan berjanji

dua jiwa yang dilanda sepi

kembali menyinari seindah pelangi


hati yang telah lama dipateri

disimpul mati kini kembali berjanji

untuk memeterai ikatan suci

kesabaran yang menggunung tinggi

liku kehidupan yang dirempuhi

keyakinan yang pasti bertemu lagi


perjodohan ini ditentukan ilahi

yakin dan pasti tulusnya hati

selebihnya serahkan pada yang Hakiki

semoga kekal abadi

ke hujung nyawa cinta bersemi



Ezatul Hanim Yahya

Johor Bahru, Malaysia

19052025



Ezatul Hanim binti Yahya merupakan anak jati Johor Darul Takzim, Malaysia. Menumpukan bidang perniagaan sebagai kerjaya utama. Pertamakalinya mengikuti acara puisi nusantara, Malaysia dan Singapura ke Riau, Pekanbaru Indonesia pada tahun 2023


KUTITIP NAMAMU PADA LANGIT

 Kutitip namamu pada langit

Karya: Filadelfiana Endrus

Kutitip namamu pada langit kelam

Di balik sunyi yang tak terjamah

Mutiara mata jatuh tanpa suara

Menyelimuti jiwa yang sepi


Langit hitam pun ikut menangis

Menyaksikan patahnya hati yang tulus

Rindu menggigit sampai ke tulang

Namun hatinya tetap berpaling


Aku bertahan dalam malam kejam

Menunggu pada waktu yang membisu

Berharap disampaikan sepatah rindu

Meski hanya dalam mimpi yang semu


Kesibukkan menjadi peneman di pagi hari

Mengubati rindu yang terkubur dalam

Hari-hariku seakan menyebut namamu

Nama yang kudambakan sekian lama 


Kutitip namamu pada langit pilu

Semoga angin sampaikan niatku

Agar suatu hari dia kembali padaku

Menjadi penawar Luka yang membeku


Filadelfiana Endrus

SMK Penangah, Telupid/Tongod, Sabah

25 / 05 / 2025

IKHLAS

 Ikhlas

Karya: Esteyfina 


Aku tahu aku tak cukup

Tak secantik harapanmu

Tak sehangat kisah barumu

Tapi aku tetap disini

Menjadi tempat kau berlindung


Orang nampak aku bahagia

Tapi dalam hati hanya debu

Aku lari dari kenyataan

Walau sudah ditampar keras

Oleh ketidakpastian. Namum 

Masih memeluk erat sebuah harapann


Sakitmu ku temani

Lukamu ku obati, lantas

Mengapa Masih dia yang

Ada di ingatanmu


Aku pernah jadi tempat kau sembuh

Walau aku sendiri terluka

Aku ikhlas, tapi aku sakit

Tapi jangan risau

Kerna satu hari nanti, aku adalah

Perempuan yang paling ikhlas akan kehilanganmu


SMK Penangah, Telupid/Tongod, Sabah.

24 MEI 2025

SEBUAH PESAN Karya : Sahbuddin Dg. Palabbi

  SEBUAH PESAN Sahbuddin Dg. Palabbi Rina, seorang jurnalis investigasi. Ia sedang menyelidiki sebuah kasus pembunuhan misterius. Korbanny...

Carian popular